15 October 2018

Rizal Ramli Sarankan Langkah Ini kepada Pemerintahan Jokowi untuk Perkuat Ekonomi

KONFRONTASI- Negarawan yang juga ekonom senior Rizal Ramli‏ (RR) mengatakan,  di tengah kelesuan ekonomi dan rupiah yang melemah, daripada pemerintah melakukan redenominasi,  lebih baik pemerintah mengatur agar exportir  wajib simpan  dananya di  dalam negeri (RI)  agar cadangan devisa naik, dan  rupiah stabil. Thailand mengharuskan eksportirnya simpan dananya  90%  di rekening dalam negeri.  Langkah itu lebih tepat dan realistis.

'' Di tengah kelesuan ekonomi, daripada pemerintah melakukan redenominasi,  lebih baik pemerintah mengatur agar exportir  wajib simpan  dananya di  dalam negeri (RI)  agar cadangan devisa naik, dan  rupiah stabil. Thailand mengharuskan eksportirnya simpan dananya  90%  di rekening dalam negeri.,’’ kata RR, mantan menko ekuin  era Presiden Gus Dur dan mantan  Menko Kemaritiman  Presiden Jokowi  itu.

Menurut RR,  di tengah lesunya ekonomi, sekarang Menteri-Menteri  komprador IMF malah  melakukan austerity (penghematan yang salah) yaitu potong-potong anggaran & subsidi, sekaligus menguber pajak. ‘’Cara ini gagal di Latin Amerika dan Yunani. Apes kita,’’ keluhnya.

 ‘’Maaf, Itu textbook. Tanpa IMF, PM Malaysia Mahathir lakukan temporary capital control. Ringgit stabil, ekonomi Malaysia positif, tak ada kerusuhan sosial,  no riot,’’ ujar RR.

Asal pembaca tahu, pada pertengahan Oktober 1997, RR sudah menulis artikel di Kompas dll, agar RI  jangan ikut saran IMF. Sebab IMF bukan Dewa Penyelmat, tapi Dewa Amputasi yang  sangat mahal biayanya, yang ditanggung rakyat kita.

Celakanya, kata RR, club yang pernah hancurkan ekonomi Indonesia 1998 via "IMF-provoked riots" mau reuni tahunan di Bali dengan biaya Rp525 milyar dari duit rakyat kita. ‘’Ini jelas tragedy,  A Greek Tragedy, tragedy Yunani,’’ kata RR.

 

Untuk diketahui, para elite Jakarta mendapat kabar bahwa "reuni" atau pertemuan tahunan antara pemerintah dengan IMF dan World Bank tahun ini bakal disediakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani sebesar Rp633.929.991.000. Fantastis. Sementara utang terus bertambah dan masyarakat resah. Menteri Keuangaan, Sri Mulyani, melalui Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan, telah melakukan lelang Professional Congress Organizer Pertemuan Tahunan International Monetery Fund (IMF) dan World Bank Group tahun 2018 di Indonesia. Dan acara tersebut ''hanya'' menghabiskan anggaran sebesar Rp505.440.390.400. Sekali lagi, ini tragedi  yang seharusnya mendapat perhatian Presiden Jokowi agar dikoreksi, ditinjau kembali. (kf)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...