13 December 2019

Rizal Ramli: Pak Jokowi Sebaiknya Eling dan Waspada soal Ahok agar Tidak Terseret ke Bawah

KONFRONTASI-  Tokoh nasional Rizal Ramli (RR) kembali mengingatkan Presiden Jokowi agar eling, waspada, berhati-hati dan tidak mengangkat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk duduk di BUMN. ‘’ Pak Jokowi sing eling Ahok selalu bikin masalah, terus nyeret Pak Jokowi ke bawah, masa harus dipaksakan jadi masalah baru lagi ?’’ kata RR, mantan Menko Kemaritiman.

RR menyampaikan pandangan dengan menyebut Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok  dinilai tak layak menjadi petinggi di perusahaan badan usaha milik negara atau BUMN karena beda habitus, sistem dan cara kerjanya dengan pertokoan swasta. ''Di Glodok itu banyak yang profesional, namun itu kan usaha menengah dan swasta. Di Glodok hanya dengan secarik kertas, orang bisa penjam uang atau beli barang,langsung jadi, cincay, karena saling percaya dan bukan usaha besar. Namun kalau cara itu diberlakukan di BUMN maka bisa runyam dan jadi masalah.

Rizal Ramli khawatir bahwa Presiden Jokowi hanya mencari masalah. Selain pernah bermasalah dengan hukum, menurut Rizal Ramli, Ahok tak punya pengalaman korporasi besar seperti BUMN (Pertamina dll). Kalaupun Presiden Jokowi ingin keturunan Tionghoa menjadi pejabat BUMN, masih banyak eksekutif dari kalangan Tionghoa yang lebih baik dari Ahok..

Ketimbang Ahok, menurut Rizal Ramli, Preside Joko Widodo atau Jokowi sebaiknya mempertimbangkan dua nama ini untuk menduduki pos penting di BUMN. Keduanya adalah Ignasius Jonan, eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Thomas Lembong, mantan Kepala Badan Penanaman Modal. Jonan dan Tom Lembong jauh lebih berbobot dan bermanfaat dari Ahok yang modalnya maki2 dan dramatisasi doang," kata Rizal Ramli.

Melalui akun twitternya, Rizal Ramli membantah bahwa pernyataannya tentang Ahok berbau rasial. Dia mengaku memiliki banyak sahabat dari keturuan Cina dan non muslim. "RR (Rizal Ramli) sahabat Arief Budiman, Kwik, Jaya Suprana. Mereka sangat nasionalis & kredibel," tulis Rizal Ramli melalui akun twitter @RamliRizal, Selasa, 19 November 2019.

Image result for rizal ramli dan ahok

Pernyataan Rizal Ramli yang menyindir Ahok  ini menuai reaksi dari anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris, namun Charles terlalu lebay dan misinterpretasi dengan menyebut kalimat RR (Rizal Ramli) dangkal sekali dan tendensius. Lalu, Ahokers balik nyerang & tuduh Rizal Ramli rasis. Agaknya, Charles Honoris tampil sebagai Super Hero. Padahal  Charles terlalu jauh dan mispersepsi, terlalu miring..

Image result for rizal ramli dan yongki pdip

Yang jelas, ujar Zeng Wei Jian, istilah dan makna “Glodok” merujuk pada swasta. Sehingga Rizal Ramli benar; Ahok yang berkarakter seperti Bos Pabrik, Bos Toko Spare Parts atau Preman Pasar Glodok nggak pas ditempatkan ke dalam mekanisme birokrasi state-corporate macam BUMN.

Karakter “swasta” Ahok tampak saat dia jadi Gubernur Jakarta. Interaksi Ahok dan ASN Pemda jadi mirip pola hubungan Bos-Karyawan. Mayoritas Bos Toko kerap ngomelin buruhnya sesuka hati, ungkap aktivis Tionghoa Zeng Wei Jian

 

 (berbaga sumber)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...