17 August 2019

Rizal Ramli, A Love Letter to the President dan Pak Jokowi

A love  letter to the president dari Dr Rizal Ramli kepada Pak Jokowi membersitkan makna dan impresi:

1. Dari seorang tokoh bangsa sejati yang dapat melihat permasalahan bangsa secara konfrehensip
2. Pada masa dan sikon yang tepat
3.  Bahasa yang halus, to the point tapi juga sangat  tajam

A. Dalam hukum Islam, ini adalah langkah yang wajib oleh seorang tokoh atau ulama saat melihat ke brutalan dari rezim sudah bersimaharajalela.
Panglima tentara Islam yang membuka Mesir (sahabat Nabi: Amru bin Ash). Seorang yg sangat patriotik, adil dan hikmah.  Setelah menguasai Mesir,  hendak membangun sebuah masjid. Lokasi pembangunan masjid sangat terganggu oleh tanah milik seorang Kristen.
Amru bin Ash melobi utk membeli tanah orang kristen tersebut dengan harga mahal, tapi pemiliknya menolak, walau berapapun yg mau di bayar oleh panglima perang.
Atas sikap si kristen yang terkesan tidak mau kerjasama dan toleran ini, maka Amru bin Ash membeli secara paksa.
Atas kejadian ini, si kristen tersebut meninggalkan Mesir menuju Madinah, bertemu dengan kholifah Umar Bin Khattab.
Setelah mendengar cerita tersebut, Umar bin Khattab membungkus sepotong tukang yang busuk lalu memberikan kepada si kristen untuk di sampaikan kepada Amru bin Ash.
Setelah Amru bin Ash menerima kiriman tulang busuk tersebut, Amru bin langsung meminta maaf kepada si kristen dan mengembalikan tanahnya.
Si kristen kaget dengan keadilan dan sikap yang penuh hikmah dari kedua pemimpin Islam tersebut, lalu si kristen itu menyatakan masuk Islam dan mewakafkan tanahnya tadi untuk pembangunan masjid.

B. Dengan surat itu, maka bang RR telah menunaikan satu tanggung jawab besar, dunia akhirat dalam menegur dan mengingatkan seorang penguasa.

C. Tentang hasilnya, itu urusan Allah.
Kita hanya di perintahkan untuk menyuarakan sebagai peringatan dan naset tentang kebenaran dan kesaraban.
QS : al Ashr.
Memang kelihatan secara logika pada sikon saat ini adalah sesuatu yang susah untuk di dengar, tapi itu bukan urusan manusia. Kita hanya bertugas menunaikan perintah menasehati. Urusan sampai dan tidak adalah urusan Allah.

Nabi Ibrahimn a.s,  saat bertiga ( bersama istri dan anak) di lembah mekah, Allah perintahkan agar Nabi Ibrahim melaungkan perintah menunaikan Haji ke Kabah. Nabi Ibrahim bertanya: bukankah hanya kami bertiga?, ini lembah yang tiada siapa dapat mendengar seruan dari saya?
Jadi bagaimana bisa tersampaikan kepada manusia?
Allah menjawab: tugas kamu ( Ibrahim) hanya menyuarakan apa yang manjadi tanggung jawabmu untuk di sampaikan, adapun tentang mesej itu didengar, difahami dan diterimah oleh manusia, maka itu adalah urusan Kami (Allah).

Maka secara pribadi, saya sangat berterima kasih kepada bang RR atas surat tersebut dan juga bersyukur karna bang RR telah menunaikan satu lagi tanggungjawab besar dan mendasar bahkan secara solo. Yg artinya:
a. Mewakili para tokoh
b. Para ulama
c. Seluruh rakyat Indonesia.

# Orang bijak, berintegrasi serta berimpathy pada rakyat, selalu punya langkah yang tepat dan kongkrit.

M. Iqbal Kilwo PhD, seorang ulama alumnus Pondok Gontor Ponorogo  dan pengasuh pesantren di Malaysia

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...