18 November 2019

Rizal Ramli: Lee Kwan Yew Bilang Sistem RI itu Parlementer, Bukan Presidensil. RR: Kekuasaan Bukan untuk Bagi-bagi Jabatan dan Korupsi

KONFRONTASI- “Lee Kwan Yew,  mantan PM Singapore, terakhir kalinya ke Jakarta, mengundang tokoh bangsa Rizal Ramli ( RR) makan malam. Lee tanya ke RR, sang negarawan bak Rajawali,  apa sistim politik Indonesia. RR jawab ‘Presidential', Lee bilang bukan, sistem RI ‘Parlementer’, karena pilih anggota DPR dulu, baru memilih Presiden. Kalau Presidential sepertit Prancis, pilih dulu Presiden baru 3 bulan kemudian DPR. Presiden terpilih partainya pasti menang majoritas seperti Macron. Sehingga tidak perlu ‘dagang sapi’ soal menteri dengan partai-partai lain.”

Demikian disampaikan Menteri Ekuin era Presiden Gus Dur yang juga tokoh nasional Rizal Ramli dalam ILC TV One, Selasa 9 Juli 2019.

“Pembatasan threshold 20% membuat Capres Indonesia tersandera oleh oligarki politik dan ekonomi. Dukungan partai mesti dibayar dgn ‘dagang sapi” menteri & transaksi uang. Hapuskan threshold partai & capres. Banyak calon ndak masalah, toh pada putaran dua tinggal 2 calon. Koalisi terbentuk secara natural, bukan karena uang & dagang sapi.”

“Pada level korporasi, apalagi negara, kebijakan personalia harus dimulai dulu dari daftar masalah dan tantangan 5 tahun ke depan. Apa itu ? 1. Ketidakadikan Hukum, termasuk karena adanya Islam-phobia, ekonomi yang nyungsep (rontok) dan kesejahteraan yang merosot (anjlok), dan kebangkitan kembali perilaku otoriter (neo-otoriter). Pemilihan personalia harus mampu menjawab tantangan-tantangan tsb, bukan bagi-bagi  kue kekuasaan & kesempatan korupsi.”

Demikian pandangan tokoh nasional Rizal Ramli dalam ILC TV One, Selasa 9 Juli 2019.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...