14 November 2019

Rizal Ramli: Kalau Tenggelam Politik Pencitraan, Indonesia Sulit jadi Bangsa Besar

KONFRONTASI- Mantan Menko EKuin sekaligus Ekonom senior  Rizal Ramli menyebut Indonesia sulit menjadi bangsa yang besar. Alasannya, politikus Indonesia saat ini, diklaim dia, sekadar bermodalkan pencitraan tanpa benar-benar ingin melakukan perubahan.

"Kalau kita tenggelam dalam politik pencitraan, mohon maaf, kita sulit untuk jadi bangsa besar," kata Rizal di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/5/2018).Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan kepemimpinan saat ini identik dengan pencitraan. Bahkan, kata dia, jika Wakil Presiden pertama Mohammad Hatta (Bung Hatta) maju di Pilpres 2019 akan kalah karena tidak bisa melakukan pencitraan.

"Selama ini kompetisi politik di Indonesia modalnya hanya pencitraan. Sudah lama sekali. Kalau seandainya Bung Karno, Bung Hatta, Syahrir dan Agus Salim ikut kompetisi politik hari ini, saya jamin kalah karena enggak bisa pencitraan apalagi Agus Salim naik sepeda kemana-mana," kata Rizal usai bertemu dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/5).

Hal ini disampaikan Rizal seusai pertemuan dengan Ketua MPR sekaligus Ketum PAN, Zulkifli Hasan. Rizal mengatakan soal politik pencitraan itu menjadi salah satu pembahasan dengan Zulkifli.

Temui Zulkifli Hasan, Rizal Ramli Soroti Politik Pencitraan

Ia berharap, ke depan, kompetisi politik Indonesia diisi adu gagasan serta visi dan misi. Rizal kemudian mencontohkan dirinya yang sejak muda sengaja turun ke dunia politik untuk mengubah situasi ini.

"Itulah kenapa saya dari muda menjadi game changer, ikut kompetisi ini. Kita ubah permainan bukan hanya pencitraan, tapi kompetisi gagasan, visi karakter, dan track record," ujar Rizal.

Ia mengaku punya alasan khusus. Jika politikus sibuk melakukan pencitraan, kata Rizal, rakyatlah yang akan merugi.

"Kalau hanya pencitraan, maka buntutnya rakyat hanya dimainkan emosinya. Kalau itu terjadi akhirnya bangsa terbelah," sebutnya.

"Rakyat kita mau maju dan makmur masak disajikan pencitraan, apa visinya untuk lima sampai 10 tahun lagi. Apa yang bisa dilakukan agar Indonesia jadi negara hebat," imbuh eks Menko Kemaritiman itu.

Baca juga: Fadli Yakin Sri Mulyani Kalah Debat soal Utang dengan Rizal Ramli

Pertemuan Zulkifli dengan Rizal siang ini terbilang singkat. Pertemuan yang digelar sejak pukul 11.00 WIB itu berakhir sekitar pukul 11.45 WIB.

Tak banyak yang disampaikan Zulkifli soal pertemuan itu. Zulkifli menyebut pertemuannya dengan Rizal untuk membahas situasi menjelang Pemilu 2019.

MPR disebutnya memerlukan masukan dari berbagai tokoh demi berlangsungnya pemilu yang berkualitas.

"Sebagai Ketua MPR perlu mendengar pendapat, gagasan, tokoh kita gimana Indonesia agar lebih baik. Khusus tahun politik ini, bagi MPR yang penting gimana pilkada, pileg, pilpres bisa berkualitas, bisa adu konsep dan adu gagasan," ujar Zulkifli.
(tsa/gbr)
 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...