26 January 2020

Rizal Ramli Ingatkan: Indonesia itu Sorga bagi Kejahatan Kerah Putih

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli menyebut, Indonesia adalah sorga bagi penjahat ekonomi kerah putih. Makanya modus dan pola perampokan uang negara terus berulang. Perampokan di Asuransi Jiwasraya, Asabri, Centurygate dan seterusnya merupakan bukti Indonesia menjadi sorga kejahatan kerah putih tersebut. Harus ada tindakan tegas dari Presiden Jokowi dan penegak hukum terhadap semua pelaku kejahatan kerah putih itu.

Image

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md akan segera memanggil Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, terkait dugaan korupsi yang ia temukan di tubuh PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau  Asabri (Persero). Mahfud menduga korupsi di tubuh perusahaan asuransi pelat merah itu mencapai di atas Rp 10 triliun. Jiwasraya dan Asabri jadi  sasaran kejahatan kerah putih itu.

RR,  Menko Ekuin era Presiden Abdurrahman Wahid ini, sudah mempertanyakan kinerja lembaga supervisi lembaga keuangan bank dan non-bank, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkais skandal  asuransi Jiwasraya dan asuransi lain, juga reksa dana.

Sebagai salah satu pengusul RUU OJK pada 2002, Rizal Ramli merasa sangat kecewa dengan kinerja lembaga tersebut. :Saat itu, kami minta supaya BI hanya fokus urusan moneter dan kebijakan kredit, tetapi pengawasan lembaga keuangan harus oleh lembaga yang terpisah," ungkapnya.

RR telah menyindir gaji tinggi internal OJK yang tak sebanding dengan kinerja. Di mana, gaji stafnya cukup mahal (well-paid) diisi birokrat dan akademik yang tidak punya miskin pengalaman khususnya soal monitoring dan surveillance. "Saya minta Pak Jokowi berani ganti. Mereka malah sibuk membuat dua tower tinggi sekali untuk dijadikan kantor OJK," ungkap Mantan Menko Kemaritiman itu.

Di era digital, kata RR, monitoring dan surveilance sektor keuangan yang menjadi tugas OJK, bisa semakin mudah. Lantaran seluruh data dan informasi sektor keuangan sudah terinegrasi dengan bagus. "Kalau dulu, nasabah kredit yang macet di Bank S, masih bisa pindah, pinjam lagi di Bank B, Bank C, Bank D, dan Bank E, karena data waktu itu tidak terintegrasi," tuturnya.

 (ff)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...