19 May 2019

Rizal Ramli di Surabaya: Ekonomi Indonesia Mandeg, sangat Rentan terhadap Gejolak Eksternal .

KONFRONTASI- ''Ekonomi kita mandeg di 5%, termasuk terparah di Asia Tenggara, sehingga ekonomi Indonesia sangat rentan terhadap berbagai gejolak eksternal . Sementara pembangunan infrastruktur tanpa planning yang benar,.

Demikian refleksi politik tokoh nasional Rizal Ramli (RR) dalam Kampanye Terbuka Prabowo Subianto di Surabaya, Jumat ini (12/4)

Kita tidak mau lagi sekedar business as usual, kita tidak mau lagi ekonomi Indonesia terus mandeg di 5%, kita tidak mau lagi daya beli rakyat merosot, tidak mau lagi rakyat kita susah mencari pekerjaan, kita tidak mau lagi kebijakan ekonomi tidak adil, yang hanya menguntungkan yang kuat dan asing saja.

Menurut RR, Menko Ekuin era Presiden Gus Dur, '' Kita tidak mau lagi yang dibangun hanya infrastruktur tanpa planning yang benar, sehingga meninggalkan trauma 3-O (over supplies, over-price dan over-borrowing).''

''Kita tidak mau lagi resiko makro-ekonomi Indonesia terus meningkat karena tambahan utang ugal-ugalan dan bunga/yield sekitar 7.9% termasuk tertinggi di kawasan,''tegas RR..

RR menyebut, Neraca perdagangan terburuk (-$8,6 milyar, 2018) dan current account defisit (-$ 9,1 millar atau 3,57% GDP, Q4, 2018. CAD 2018: – $ 31,1 milyar atau 2,98% GDP.

''Terparah di Asia Tenggara terbesar, sehingga ekonomi Indonesia sangat rentan terhadap berbagai gejolak eksternal.” ujar RR

Cukup sudah dengan stagnasi dan kemandegan ini. Enough is enough!.

''Hai Petahana (Pak Joko widodo), apa yang anda kerjakan selama ini? Katanya “Kerja, Kerja, Kerja”, kok hasilnya memble gini? Jangan-jangan hanya kerja tanpa strategi, kerja tanpa kepiawaian, kerja tanpa manfaat yang besar untuk rakyat Indonesia?,'' kata RR..

''Itulah mengapa rakyat Indonesia bergemuruh inginkan perubahan. Agar hidup rakyat lebih baik, lebih adil, lebih sejahtera. Kami ingin pembangunan yang lebih berkeadilan, lebih inklusif dan lebih memakmurkan.'' ungkap RR. (FF)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Minggu, 19 May 2019 - 20:59
Minggu, 19 May 2019 - 20:58
Minggu, 19 May 2019 - 20:55
Minggu, 19 May 2019 - 20:51
Minggu, 19 May 2019 - 20:42
Minggu, 19 May 2019 - 20:35
Minggu, 19 May 2019 - 20:28
Minggu, 19 May 2019 - 20:24
Minggu, 19 May 2019 - 20:21
Minggu, 19 May 2019 - 20:12
Minggu, 19 May 2019 - 20:05
Minggu, 19 May 2019 - 19:54