26 April 2019

Rizal Ramli di hadapan Warga Jawa Barat: Dua Capres Didesak Sampaikan Menu Spesial Jangan Hanya Tahu dan Tempe

KONFRONTASI- Dalam lawatan ke Jawa Barat,  Tokoh nasional dan mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Rizal Ramli menilai, menu yang ditawarkan para kandidat Presiden di Pilpres 2019, belum ada perubahan yang substansial..

Menurutnya, apa yang ditawarkan para capres kepada masyarakat, ibaratnya masih menu tahu dan tempe, tidak ada peningkatan menu istimewa seperti daging plus disert.

“Kami minta calon – calon presiden nawarin, masih ada waktu 2 bulan. Karena kita ingin lebih maju dan lebih hebat dong, apa yang terjadi hari ini,”ungkap Rizal Ramli kepada wartawan di Bandung, Kamis, (7/2/2019) malam. RR juga singgung hal itu dalam dialog dengan mahasiswa dan civitas academica di Sumedang Jabar.

Rizal Ramli; Masih Ada Waktu 2 Bulan,  Kandidat Pilpres Tawarkan Menu Spesial

Ia pun mendorong para kandidat presiden, untuk memikirkan menu special yang ditawarkan kepada masyarakat Indonesia, mengingat masih ada waktu sekitar 2 bulan, jelang pemungutan suara.

“Misalnya sederhana, ekonomi. Siapa calon presiden yang mampu nawarin pertumbuhan ekonomi 8 persen. Kalau hanya 5 persen doang mah, ga cukup,”ucapnya.

Dijelaskannya, pertumbuhan ekonomi 8 persen dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan, misalnya upah buruh dapat naik, lapangan kerja cukup luas serta peningkatan ekonomi lainnya.

Negara lain ungkapnya dapat mengejar pertumbuhan ekonomi hingga 10 persen. Ia yakin Indonesia juga dapat mengejar target peningkatan pertumbuhan ekonomi 8 persen.

“Untuk mencapai menu itu apa saja, misalnya mengenai kedaulatan bahan pangan yang penting. Ini bangsa yang diberkahi matahari, hujan banyak tenaga kerja banyak. Harusnya kita itu eksportir pangan di Asia, tapi hari ini kita importer segala macem yang paling gede. Gula paling gede di dunia, beras, jagung segala macam paling besar didunia, nah koq bisa,”bebernya.

Sementara ketika di tanya sikap politiknya, Rizal Ramli menyatakan dirinya masih berada di tengah, tidak salah satu kubu, baik kubu Jokowi maupun Prabowo.

“Terlalu cepet dong kita mutusin, jangan cepet-cepet,”pungkasnya.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...