20 May 2019

Rizal Ramli di Bandung Dorong Capres Wujudkan Kedaulatan Pangan, Tumbuhkan Ekonomi di Atas 8%

KONFRONTASI- Tokoh nasional/Ekonom senior, Rizal Ramli mendorong kedua Capres tawarkan program peningkatan ekonomi Indonesia di atas 8%. Hal tersebut guna menggenjot pertumbuhan ekonomi negara Indonesia yang kini stagnan di angka 5%.

"Siapa calon presiden yang mampu tawarkan pertumbuhan ekonomi di atas 8%, kalau hanya 5% gak cukup. Kalau 8% upah buruh pasti naik dan lapangan kerja lebih banyak," ujar Mantan Menko Kemaritiman itu di Bandung, Kamis (7/2/2019).

Menurutnya, negara-negara lain tingkat pertumbuhan ekonominya mampu mencapai angka 10%. Tentunya, Indonesia pun sangat bisa untuk mencapai angka tersebut terlebih negara ini diberkahi dengan sumber daya alam dan manusia yang sangat melimpah. 

Rizal Ramli Tantang Jokowi-Prabowo Sajikan Menu Terbaik untuk Rakyat Indonesia

Lebih lanjut, Rizal mengungkapkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang diharapkan salah satunya dengan kedaulatan pangan. Bukannya menjadi salah satu negara importir pangan terbesar di Asia. 

"Negara ini diberkahi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah. Tapi hari ini kita menjadi importir paling gede mulai dari gula, beras, jagung, dan segala macamnya," ungkap mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.

Dia mengkritisi pidato Jokowi empat tahun lalu yang berjanji untuk mengurangi impor, tetapi kenyataannya sekarang sebaliknya. Hal tersebut karena adanya ketidakkonsitenan mulai tujuan, strategi, kebijakan dan personalnya. 

"Tujuan ke kanan untuk berdaulat pangan, tapi kebijakan importnya ugal-ugalan dan merugikan petani dana sebagainya. Selama ini pidato kerja-kerja, tapi selain kerja fisik perlu juga pakai otak dan hati supaya amanah," terang Rizal. 

Kalau kerja, sambung Rizal rakyat Indonesia hanya akan menjadi kuli saja di negaranya. Seperti mengutip istilah Bung Karno jangan jadi bangsa kuli dan negara kuli.

"Karena ternyata yang diuntungkan gede bukan petani Indonesia, tetapi petani Vietnam, Thailand dan lainnya karena import bahan pangan. Demikian juga terus harus pinajaman besar sekali paling tinggi di Asia," katanya.

Ketika disinggung terkait Prabowo, dia mengatakan bahwa Prabowo akan membela petani Indonesia dari kartel pangan lantaran menjabat sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang tidak mungkin mengkhianati petani. 

"Pernah ketemu, saya tanya seandainya menang April. Itu taipan kartel pangan akan ketemu mas dan sebar uang triliunan, mas Bowo akan terima atau tidak. Dia jawab kalau terima uang tersebut sama saja nembak diri saya sendiri," sebutnya.

Rizal pun mengungkapkan pernah bertanya hal serupa kepada Jokowi melalui media, namun hingga kini masih belum mendapatkan jawaban tersebut.

"Sampai sekarang masih belum jawab masih ada waktu dua bulan lagi, kalau belum jawab saya akan anjurkan kepada rakyat Indonesia untuk tidak memilih Jokowi karena tidak akan ada perubahan," pungkasnya.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Minggu, 19 May 2019 - 20:59
Minggu, 19 May 2019 - 20:58
Minggu, 19 May 2019 - 20:55
Minggu, 19 May 2019 - 20:51
Minggu, 19 May 2019 - 20:42
Minggu, 19 May 2019 - 20:35
Minggu, 19 May 2019 - 20:28
Minggu, 19 May 2019 - 20:24
Minggu, 19 May 2019 - 20:21
Minggu, 19 May 2019 - 20:12
Minggu, 19 May 2019 - 20:05
Minggu, 19 May 2019 - 19:54