19 November 2018

Rizal Ramli Bergolak dan Berjuang bagi Petani Garam dan Rakyat Kecil yang Dizalimi Elite

KONFRONTASI- Tokoh nasional Dr Rizal Ramli  (RR) mengkritik tajam soal impor garam dan impor beras  yang selain untuk berburu rente ekonomi, juga merugikan kaum petani garam dan merugikan masyarakat serta merusak Nawa Cita. RR juga mengecam impor bawang dan impor pangan lainnya yang pasti merugikan rakyat, merusak Nawa Cita  dan demi berburu rente ekonomi. Negeri pimpinan Jokowi-JK  ini  masih sarat ketidakadilan dan kemunafikan..

RR dalam silaturrahim dan buka puasa bersama dengan para tokoh umat, ulama terkemuka Bachtiar Nasir dan Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) dalam acara Indonesia Leaders Forum, di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (18 Mei 2018), menegaskan kembali bahwa secara ikhlas mewakafkan diri untuk agama dan bangsa.


Sebagai tokoh pergerakan yang sejak muda telah memperjuangkan demokrasi dan membela kepentingan rakyat Rizal merasa belum dapat menerima melihat berbagai ketimpangan yang dialami oleh umat dan mayoritas rakyat Indonesia yang kerap masih diperlakukan secara tidak adil, mayoritas rakyatnya masih hidup dalam kemiskinan, dan keterbelakangan.
Rizal merasa sangat patut untuk mewakafkan diri bagi agama dan bangsa. Apalagi sebagai tokoh nasional Rizal Ramli telah mengenyam berbagai pengalaman hidup yang sangat berharga yang semuanya dia dedikasikan untuk membela kepentingan rakyat, mulai dari menjadi orang pergerakan (mahasiswa ITB) yang melawan otoritarianisme Soeharto (untuk ini Rizal dipenjarakan Soeharto dipenjaranya Sukarno di Sukamiskin, Bandung), jadi ekonom pro kerakyatan yang disegani, jadi penasehat ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa, dosen di sejumlah universitas terkemuka di luar negeri, memegang berbagai jabatan komisaris BUMN, jadi Kepala Bulog, jadi menteri, hingga jadi Menko dalam era Presiden Gus Dur dan era Presiden Jokowi.
Rizal Ramli sendiri terlahir dari lingkungan ‘’Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah’’, yang melekatkan hatinya untuk Indonesia dan menghargai pluralisme.
Sejak usia delapan tahun Rizal Ramli merupakan yatim piatu. Ditinggal wafat ibunda pada usia enam tahun, dan sang ayah berpulang ke Rahmatullah pada saat usia Rizal tepat delapan tahun.
Ia dilahirkan pada 10 Desember 1954. Berdasarkan hitungan kalender lama waktu tersebut jatuh pada hari Jumat. Sedangkan dalam kalender Hijriah bertepatan dengan tanggal 14 Rabi’ul Akhir, 1374 Hijriah.
Oleh sang ayah, Ramli, ia diberi nama Rizal Ramli.
Apa makna kata ‘’Rizal’’ yang merupakan nama pemberian sang ayah itu?
Rizal dalam bahasa Arab berarti laki-laki.
Akar kata dari Arrijal, Rajul.

Nama ini memiliki banyak arti yang baik yang juga mengandung kata sifat: keberanian, kepahlawanan, kejantanan, konsistensi, dan pengorbanan.
Di dalam khazanah Islam yang mulia terdapat pula sebutan yang luhur yang dinamakan ‘’Rijalud Dakwah’’ atau Lelaki Dakwah. Ialah lelaki yang senantiasa siap sedia untuk berjuang dan berkorban di Jalan Illahi untuk perubahan yang lebih baik di dalam masyarakat.


Adapun makna kata ‘’Ramli’’ di belakang kata ‘’Rizal’’, selain sebagai nama ayahanda, kata tersebut juga berarti damai.
Satu akar kata dengan Ramali, Rami, atau Rami yang berarti kasih sayang.

Hormat & takzim, semoga sepenggal tulisan ini dapat memberi hikmah untuk kita sekalian. (konfrontasi/Arief Gunawan, jurnalis senior)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...