31 March 2020

Rizal Ramli: Ada cara untuk mengurangi Beban & Resiko Utang. Tapi harus Inovatif dan out-of-the Box

KONFRONTASI- Tokoh bangsa dan begawan ekonomi Rizal Ramli (RR)  sangat memiliki kapasitas dan kesanggupan untuk mengurangi beban dan resiko utang yang menghantui Indonesia dewasa ini. RR mengingatkan pemerintah (Jokowi) bahwa rasio utang Indonesia sudah 29,8 persen GDP, sudah melampaui batas aman, dan resiko akibat beban utang itu kian rentan.‘’Ada cara untuk mengurangi beban & resiko utang. Tapi harus innovatif dan out-of-the box,’’ ungkap Ekonom senior, DR. Rizal Ramli.

RR, Menko Ekuin era Presiden Gus Dur, menyebut utang Indonesia sudah ugal-ugalan. Karena rasio utang Indonesia sudah mencapai 29,8 persen dari GDP, melewati batas aman.Diketahui, utang Indonesia yang terus membengkak dan membengkak kembali jadi sorotan masyarakat. Terlebih lagi, pertumbuhan utang Indonesia jauh lebih cepat dari pertumbuhan PDB.

"Sejarah rasio aman utang 60 persen PDB adalah berdasarkan dua kali rasio pajak negara-negara OECD. Karena rasio pajak negara-negara OECD adalah 30 persen, maka ditetapkan rasio pajak 2 x 30 persen, sama dengan 60 persen," ujarnya, Sabtu (1/2/20).

Indonesia kata RR biasa disapa, bukan negara maju yang rasio pajaknya tinggi. Rasio pajak Indonesia, kata RR, hanya 10-11 persen.

"Artinya, rasio aman utang Indonesia seharusnya adalah 2 kali 11 persen, alias 22 persen. Sedangkan kini rasio utang Indonesia sudah 29,8 persen GDP," lanjut RR.

Rasio utang Indonesia, lanjut Rizal jelas sudah di atas batas aman. Karena berdasarkan ratio Debt-Service/Export Revenue, batas amannya hanya 20 persen.

"Rasio yang lazim digunakan untuk negara berkembang adalah kemampuan bayar utang suatu negara, yang dilihat dari ratio Debt-Service/Export Revenue. Batas aman adalah 20 persen," tegas mantan Menteri Negara Koordinator Bidang Perekonomian ini.

Ancaman utang Indonesia, kata RR akan terus menggunung jika tak ada solusi nyata dari pemerintah.

Pasalnya, pertumbuhan utang Indonesia jauh lebih cepat dari pertumbuhan PDB.

Utang pemerintah Indonesia setiap tahun bertumbuh rata-rata 20 persen. Sementara pertumbuhan PDB Indonesia hanya rata-rata 5 persen setiap tahun.

Jadi, tegas RR, utang pemerintah bertumbuh 4 kali lebih cepat dari pertumbuhan PDB.

Publik menilai, satu-satunya tokoh nasional yang memiliki cara untuk mengurangi beban utang dan  mengatasi kehancuran ekonomi ala Menkeu terbalik Sri Mulyani (Neoliberalisme)  di rezim Jokowi adalah Rizal Ramli (RR), mantan aktivis ITB dan  ekonom senior lulusan Boston University,AS.  RR punya gagasan dan pemikiran Trisakti Bung Karno, tapi tidak sama sekali Sri Mulyani, Srikandi neolib skandal Bank Century . Ingat bahwa utang pemerintah bertumbuh 4 kali lebih cepat dari pertumbuhan PDB. Demikian pandangan analis Nehemia Lawalata, tokoh PA-GMNI dan mantan Sekretaris begawan ekonomi Prof Sumitro Djojohadiskusumo.

 

Image



Sebagai informasi, anggaran pembayaran bunga utang tahun 2020 mencapai Rp 295 triliun. Sementara pembayaran pokok utang Rp 351 trilliun.

Total pokok dan bunga utang Indonesia mencapai Rp 646 triliun. Ini jelas menjadi masalah besar bagi ekonomi Indonesia sekarang dan mendatang karena  ekonomi alami kontraksi, rakyat dikejar pajak dan  tergerus daya belinya di tengah tekanan ekonomi yang kian kuat.

 [dzk] 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...