22 January 2018

Ribuan Sopir Mobil Tangki Pertamina Ancam Mogok Kerja Nasional

Konfrontasi - Ketua Bidang Advokasi Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI), Gallyta Nur Bawoel, menuturkan pihaknya akan menggelar mogok kerja nasional oleh ribuan sopir mobil tangki PT Pertamina Patra Niaga besok.

“Ada ribuan orang, dari beberapa depot,” kata dia dilansir Tempo, Minggu, 18 Juni 2017.

Gallyta menuturkan sedikitnya ada sepuluh depot yang bakal menyuarakan tuntutannya kepada PT Pertamina Patra Niaga. Mereka di antaranya adalah depot Plumpang (975 orang), Padalarang (140 orang), Tegal (100 orang), Banyuwangi (156 orang), Bandung Group (350 orang), Tasik (80), Merak (200 orang), Surabaya (300 orang), Lampung (200 orang), dan Makassar (190 orang). 

Gallyta mengatakan tuntutan mereka sama setiap kali menggelar mogok kerja. Mereka ingin para karyawan diangkat menjadi karyawan tetap, khususnya di depot Plumpang. 

Menurut Gallyta, khusus di depot Plumpang, ada persoalan pergantian vendor yang mengelola awak mobil tangki. Ia menyebut vendor yang sekarang, yaitu PT Garda Utama Nasional, diduga tidak adil dalam melakukan pengangkatan karyawan.

Ada sekitar 300 orang yang terpaksa tidak lanjut bekerja lantaran tidak lolos seleksi. Padahal, kata dia, mereka sudah bekerja lama belasan tahun. 

Selain tuntutan menjadi karyawan tetap, Gallyta menginginkan perusahaan membenahi sistem upah lembur. Mereka menuntut PT Pertamina Patra Niaga membayar upah lembur dari 8 jam menjadi 12 jam kerja.

Ada pula tuntutan perbaikan sistem BPJS Kesehatan. Gallyta menyebutkan ada belasan karyawan yang tidak diterima di rumah sakit ketika berobat, sedangkan mereka sudah memiliki BPJS dan membayar premi setiap bulan.

Protes dari para sopir mobil tangki hampir dilakukan setiap tahun. Gallyta beralasan cara tersebut terus dilakukan sampai tuntutan mereka dipenuhi. Ia memastikan sudah memberikan pemberitahuan ke kepolisian untuk kegiatannya besok. Surat tersebut, kata dia, diserahkan ke Mabes Polri pada 9 Juni kemarin. (tmp/mg)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...