21 April 2018

Reshuffle: Pak Jokowi, Ekonomi Sudah Payah. Tim Ekuin Kabinet Mandul dan Gagal, Harus Reshuffle

KONFRONTASI- Desakan reshuffle kabinet terus menguat menyusul memburuknya ekonomi. Daya beli rakyat anjlok, ekonomi jeblok dan dunia usaha  mempertanyakan inkompetensi Tim Ekonomi Kabinet Kerja.  ‘’Pak Jokowi, Ekonomi Sudah Payah,’’ teriak para pengusaha di berbagai forum.

‘’Para pengusaha  sudah  jengah dan nyaris nyerah dengan memburuknya daya beli rakyat. Presiden harus  memahami dan sadar bahwa rakyat sangat kecewa terhadap pemerintah. Rakyat sudah gigit jari terhadap  Tim Ekonomi yang Neolib dan selalu gagal ciptakan  keadilan dan  kemakmuran. Bahkan tidak ada pertumbuhan yang berkualitas, malah  pertumbuhan itu merosot dan mengerikan,’’ kata Lutfi Syarqawi, peneliti The New Indonesia Foundation.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Akhmad Akbar Susamto, mengatakan  menteri ekonomi dalam kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memiliki satu visi yang kuat. Menurut Akhmad, tim ekonomi Jokowi hanya kumpulan beberapa orang yang bekerja sesuai dengan jabatannya dan belum menjadi satu tim.

 Sejak Ramadan lalu, Jokowi disebut-sebut telah mempersiapkan reshuffle kabinet. Seorang pejabat di lingkaran Istana mengungkapkan Jokowi sedikitnya dua kali berdiskusi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yakni sebelum dan sesudah Lebaran.

Menteri yang dikabarkan akan didepak Jokowi adalah Menko Ekuin Darmin Nasution, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur. Selain itu, posisi Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno juga terancam menyusul temuan Badan Pemeriksa Keuangan dalam kerja sama PT Pelindo II dengan Hutchison Port Holdings.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui telah terjadi perlambatan dari sisi konsumsi masyarakat sepanjang semester I 2017 ini, menurutnya perlambatan daya beli ini lebih disebabakan banyak faktor.

Salah satu sektor yang mengalami penurunan daya beli adalah kelompok menengah ke bawah, kelompok ini mengalami perlambatan konsumsi ketimbang tahun lalu.

"Kalau sekarang tumbuhnya 7%, tahun lalu bisa 8%, sampai 8,5%," kata Sri Mulyani di Kantornya, Jakarta, Senin (4/9/2017).

Tak hanya itu, kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, perlambatan konsumsi juga terjadi pada kelompok 40% masyarakat miskin.

"Timnya pun gonta-ganti orang dan kebijakan yang diambil sering untuk jangka pendek. Kan ekonomi sedang lesu. Salah satu penyebabnya karena daya beli masyarakat rendah. Di saat seperti ini, pemerintah seharusnya bukan malah memajaki," katanya ( Tempo, Kamis, 13 Juli 2017)
Akhmad mengatakan,  pemerintah sungguh  membutuhkan dana untuk membiayai belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama untuk membangun infrastruktur. Namun, guna mengatasi kebuntuan itu, Akhmad menilai tim ekonomi Jokowi tidak satu irama.
Hal yang diperlukan tim ekonomi Jokowi, menurut Akhmad, adalah strong leadership. "Bisa di level menteri koordinator atau bahkan Presiden," tuturnya. Tapi yang pasti, kata dia, harus terdapat seseorang yang bisa memberikan arahan yang jelas. "Saya tidak melihat itu di tim ekonomi Jokowi," tuturnya.

Presiden Jokowi masih punya dua tahun kesempatan emas untuk perbaiki ekonomi rakyat dan mewujudkan Nawa Cita.  Dalam hal ini, para aktivis dan analis menilai, reshuffle nanti merupakan peluang  bagus bagi Presiden untuk merekrut  ekonom senior Dr Rizal Ramli agar masuk dalam kabinet Jokowi  guna mewujudkan janji kampanye Pilpres Jokowi sendiri dan untuk membangun kembali ekonomi yang merosot  belakangan ini. ‘’Rizal Ramli sangat eman dan perduli pada Pak Jokowi yang  mengusung Nawa Cita. Di tengah memburuknya ekonomi belakangan ini, dengan Neoliberalisme yang justru merusak Nawa Cita dan ekonomi rakyat, maka RR  sebaiknya direkrut kembali oleh Presiden untuk membantu Pak Jokowi memenuhi janji kampanyenya dan  demi terwujudnya ekonomi konstitusi,’’ kata Frans Aba PhD, peneliti ekonomi dari Persatuan Alumni-GMNI.

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...