26 May 2017

Ratna Sarumpaet Akui Penangkapan Dirinya Mirip PKI

JAKARTA-  Ratna Sarumpaet yang ditangkap aparat kepolisian dengan tuduhan makar mengakui cara yang dilakukan aparat penegak hukum itu mirip Partai Komunis Indonesia (PKI). “Dan itu jangan dibuat seolah-olah makar, menakutkan yang akhirnya datang pagi-pagi nakutin orang udah kayak zaman G30S,” kata Ratna usai diperiksa di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Sabtu (3/12). Ratna mengatakan, sengaja menginap di Hotel Sari Pan Pacific untuk mengikuti aksi 2 Desember di Monas. “Saya di sana karena dekat dengan hari ini dan saya diagendakan untuk akan ada bersama Habib Rizieq,” ujar Ratna. Ia membantah terlibat dengan apa yang dituduhkan tentang 1 Desember. “Saya ingin mengatakan bahwa yang diinginkan oleh mbak Rachma dan kawan-kawan itu bukan makar,” kata Ratna.

Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra membenarkan informasi bahwa aktivis Ratna Sarumpaet dijemput polisi di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta.

 

Namun, ia tak menyebutkan kapan tepatnya Ratna dijemput polisi. Informasi mengenai hal ini menyebar pada Jumat (2/12/2016) pagi.

"Saya tadi bicara per telepon dengan Bu Ratna Sarumpaet. HP-nya nyala. Beliau sedang dalam mobil dibawa dari Hotel Sari Pan Pacific ke Markas Brimob Kelapa Dua," kata Yusril, saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat pagi.

Menurut Yusril, berdasarkan keterangan yang didapatkannya dari Ratna, ia akan dimintai keterangan karena dianggap akan melakukan makar.

Melalui tweet-nya, pagi ini, Yusril mengatakan, akan menjadi kuasa hukum Ratna.

"Begitu juga tokoh-tokoh lain yang diambil polisi pagi ini," kata dia.

Mengenai siapa saja yang ditangkap bersama Ratna, Yusril belum bisa memastikannya. "Saya akan bela mereka karena saya yakin mereka memperjuangkan sesuatu yang mereka anggap benar, sah, dan konstitusional," ujar Yusril. (berbagai sumber/Rep)

Ratna Sarumpaet yang ditangkap aparat kepolisian dengan tuduhan makar mengakui cara yang dilakukan aparat penegak hukum itu mirip Partai Komunis Indonesia (PKI). “Dan itu jangan dibuat seolah-olah makar, menakutkan yang akhirnya datang pagi-pagi nakutin orang udah kayak zaman G30S,” kata Ratna usai diperiksa di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Sabtu (3/12). Ratna mengatakan, sengaja menginap di Hotel Sari Pan Pacific untuk mengikuti aksi 2 Desember di Monas. “Saya di sana karena dekat dengan hari ini dan saya diagendakan untuk akan ada bersama Habib Rizieq,” ujar Ratna. Ia membantah terlibat dengan apa yang dituduhkan tentang 1 Desember. “Saya ingin mengatakan bahwa yang diinginkan oleh mbak Rachma dan kawan-kawan itu bukan makar,” kata Ratna. Kegiatan 1 Desember itu menjadi sebab dia dan 9 orang lainnya dijemput untuk diperiksa dengan tuduhan makar. Ratna menyebut kegiatan itu merupakan hak konstitusi setiap warga negara untuk menuntut sidang istimewa. “Itu hak konstitusi setiap warga negara, mereka ingin menuntut MPR melakukan sidang istimewa. Dan itu konstitusional,” ujar dia.

Anda Telah Menyalin Artikel Tanpa Izin, Jika Ingin Menyalin, Tuliskan Link Hidup ini di situs anda atau akan kami tindak! http://suaranasional.com/2016/12/03/ratna-sarumpaet-akui-penangkapan-dirinya-mirip-pki/ .
Ratna Sarumpaet yang ditangkap aparat kepolisian dengan tuduhan makar mengakui cara yang dilakukan aparat penegak hukum itu mirip Partai Komunis Indonesia (PKI). “Dan itu jangan dibuat seolah-olah makar, menakutkan yang akhirnya datang pagi-pagi nakutin orang udah kayak zaman G30S,” kata Ratna usai diperiksa di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Sabtu (3/12). Ratna mengatakan, sengaja menginap di Hotel Sari Pan Pacific untuk mengikuti aksi 2 Desember di Monas. “Saya di sana karena dekat dengan hari ini dan saya diagendakan untuk akan ada bersama Habib Rizieq,” ujar Ratna. Ia membantah terlibat dengan apa yang dituduhkan tentang 1 Desember. “Saya ingin mengatakan bahwa yang diinginkan oleh mbak Rachma dan kawan-kawan itu bukan makar,” kata Ratna. Kegiatan 1 Desember itu menjadi sebab dia dan 9 orang lainnya dijemput untuk diperiksa dengan tuduhan makar. Ratna menyebut kegiatan itu merupakan hak konstitusi setiap warga negara untuk menuntut sidang istimewa. “Itu hak konstitusi setiap warga negara, mereka ingin menuntut MPR melakukan sidang istimewa. Dan itu konstitusional,” ujar dia.

Anda Telah Menyalin Artikel Tanpa Izin, Jika Ingin Menyalin, Tuliskan Link Hidup ini di situs anda atau akan kami tindak! http://suaranasional.com/2016/12/03/ratna-sarumpaet-akui-penangkapan-dirinya-mirip-pki/ .
Category: 

loading...

Related Terms



News Feed

Loading...