27 May 2019

Rakyat Jawa Bergerak: Mengapa Rizal Ramli Minta Rakyat Tinggalkan Joko Widodo? Ini soal Ideologi dan Kebijakan Ekonomi

KONFRONTASI- Tokoh nasional/Ekonom senior Rizal Ramli di kampus Universitas Muhammadiyah Semarang,kembali mengingatkan bahwa pemerintahan Joko Widodo benar-benar telah meninggalkan konsep Trisakti. Bahkan, Rizal mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meninggalkan Jokowi pada Pilpres 2019.

“Jokowi sudah tinggalkan Trisakti, sudah waktunya kita tinggalkan Jokowi,” tegas Rizal, di Universitas Muhammadiyah Semarang, Jumat ini, dan rakyat Jawa bergerak oleh semangar RR untuk melakukan perubahan. Presiden Soekarno (alm) sangat dihormati dan disegani oleh rakyat Jawa Tengah/Jatim.

Sebagai anak kandung ideologi Soekarno, tokoh nasional Rizal Ramli (RR) sangat dekat dengan putra-putri Bung Karno seperti  Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri dan Rachmawati Soekarnoputri. RR menyayangkan langkah Jokowi yang terus menjauh dan meninggalkan Trisakti, sehingga RR meminta rakyat meninggalkan Jokowi. Mengapa? Karena spirit dan jiwa kebangsaan Soekarno sudah tidak ada lagi di kubu Jokowi. Sedangkan Rizal Ramli, Soekarno dan Guntur Soekarno (Mas Tok), sesama alumni ITB,meyakini bahwa Ekonomi Konstitusi berdasarkan Pancasiladan Pasal 33 UUD 1945, dengan Trisakti Dr Ir Soekarno ( Berdaulat di bidang politik, Berdikari di bidang Ekonomi dan Berkepribadian dalam kebudayaan), harus dilaksanakan demi keadilan sosial dan maslahat rakyat. Mantan aktivis ITB Guntur Soekarnoputra (Mas Tok) secara tenang dan perlahan telah membisikkan kepada Dr  Rizal Ramli,  Menko perekonomian era Presiden Gus Dur agar berani membawa bandul ekonomi nasional kembali ke kiri, menuju posisi tengah karena sudah terlalu kanan. RR diminta Guntur membawa ekonomi yang sudah Neoliberal itu kembali kepada ekonomi konstitusi sesuai cita-cita Proklamasi 1945.Hasil gambar untuk RR dan rachmawati

Kata Guntur Soekarno (Mas Tok) kepada Rizal Ramli: ''Jadi harus ditarik ke kiri, dari kanan ditarik ke kiri menuju tengah kembali, yakni kepada keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat, sesuai ekonomi konstitusi, ekonomi kerakyatan yang harus ditegakkan demi daulat rakyat kembali .Ekonomi Indonesia harus dibawa kembali ke kiri karena bandulnya sudah terlalu ke kanan,  sesuai konstitusi UUD 1945 yang diperjuangkan founding fathers (Soekarno-Hatta dan para pendiri bangsa lainnya),' bisik Guntur kepada RR. Bahkan Rachmawati Soekarnoputri secara tegas meminta RR mengakhiri Neoliberalisme Jokowi dengan melaksanakan Ekonomi Kerakyatan (Konstitusi) dan Trisakti pada pemerintahan baru mendatang, sebab kerusakan dan kemunduran ekonomi  akibat Neoliberalisme Jokowi sangat parah. ''Kita harus kembali pada jiwa UUD1945, Trisakti dan Reformasi Agraria,''kata Rachmawati.

Rizal menyatakan, ketidakberpihakan Jokowi terhadap isu pangan terlihat dari sejumlah kebijakan impor yang dilakukan oleh pemerintah. “Nyaris tak ada keberpihakan terhadap para petani. Bagaimana bisa lagi enak-enaknya panen, pemerintah impor beras, garam dan gula… apa gak mikir dampaknya terhadap kehidupan mereka (petani)?.. sudahlah.. rakyat sudah sadar,” tambah Rizal.

Mantan Menko Ekuin di era Presiden Gus Dur ini juga menyatakan, bahwa cares yang paling pantas dipilih pada Pemilu 2019 adalah sosok yang menjalankan program untuk kepentingan rakyat. “Kita pilih Capes yang menjalankan kebijakan untuk rakyat semata. Bagaimana bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memperhatikan nasib pendidikan kita, menjaga budaya kita agar tetap dipandang dunia internasional… ya intinya bagaimana menjaga Trisakti,” tutupnya. (mr/indokit/sumber2)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...