10 December 2018

Puluhan Pekerja Dibantai di Papua, Ini Respon Jokowi

KONFRONTASI-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah mendapat kabar 31 pekerja proyek dibunuh di Kabupaten Nduga, Papua.

Jokowi mengatakan, dirinya pernah mengunjungi kawasan Kabupaten Nduga, Papua. Wilayah itu memang masuk dalam zona merah alias berbahaya.

“Kejadiannya itu terjadi di Kabupaten Nduga. Dulu memang warnanya merah. Saya dulu pernah ke sana,” ungkap Jokowi pada awak media di Jakarta Selatan, Selasa (4/12).

Lebih lanjut, Jokowi telah memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengecek kasus tersebut.

Selain itu, dia juga meminta kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk menelisik jelas kasus tersebut. Sebab, dia mengaku kabar yang diterimanya masih simpang siur.

“Saya perintahkan tadi pagi ke Panglima dan Kapolri untuk dilihat dulu karena ini masih simpang siur. Diduga itu karena sinyal di sana nggak ada. Apa betul kejadian seperti itu,” jelas dia.

Namun, Jokowi mengatakan, dirinya menyadari bahwa pembangunan di tanah Papua memang terkendala berbagai faktor. Termasuk adanya gangguan dari kelompok bersenjata.

“Kami menyadari pembangunan di tanah Papua itu memang medannya sangat sulit dan juga masih dapat gangguan seperti itu. Kami juga tidak takut dengan hal yang seperti itu,” ungkap presiden.

Kendati demikian, mantan wali kota Surakarta itu menegaskan bahwa pembangunan di Papua akan terus dilanjutkan. “Pembangunan di Papua tetap berlanjut,” pungkas Jokowi.[mr/psat]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...