26 April 2019

Prediksi dan Pikiran Rizal Ramli Tepat, Baru 8% Proyek 35.000 MW yang beroperasi

KONFRONTASI- Baru 8% Proyek 35.000 MW yang beroperasi dan itu membuktikan kebenaran/ketepatan prediksi dan pikiran teknokrat senior Rizal Ramli.  Dulu, ketika begawan ekonomi Dr  Rizal Ramli (RR) melakukan koreksi proyek listrik tsb, ada yang malah membantahnya. Faktanya sekarang bisa dilihat bahwa pendapat dan gagasan RR yang benar.

Rizal Ramli, Menko Ekuin era Presiden Gus Dur, berdasarkan hitungannya dalam 5 tahun ke depan, Indonesia hanya butuh pembangkit listrik dengan kapasitas total 16.000 megawatt (MW), bukan 35.000 MW.

"Kita melihat segala sesuatu dengan faktual dan logis kalau 35.000 MW tercapai 2019, maka pasokan jauh melebihi permintaan, ada idle (kelebihan) 21.000 MW. Di sana ada listrik swasta," jelas Rizal di Jakarta, Senin (7/9/2015) silam.

RR sudah mengkhawatirkan kinerja keuangan PLN bakal memburuk gara-gara mega proyek 35.000 MW. Dan sekarang ternyata prediksinya tepat.

Kebenaran prediksi,pandangan dan pikiran RR itu bisa disimak dari penegasan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menyatakan program kelistrikan 35.000 megawatt (MW) yang telah beroperasi atau commercial operation date (COD) baru 8% atau 2.899 MW hingga akhir Desember 2018.

‘’Itu kan sama aja BOHONG, bila janjinya mbangun 35.000 MW, tetapi yang beroperasi baru 8 %. bener gitu ya?’’ tanya seorang netizen

Sementara itu, pembangkit yang masuk tahap konstruksi mencapai 52%.

Dalam kaitan ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati  pernah menyurati Menteri ESDM, Ignasius Jonan dan Menteri BUMN, Rini Soemarno, soal utang PT PLN (Persero). Dalam suratnya itu, Sri Mulyani khawatir kondisi keuangan PLN akibat kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman.

Selain itu, PLN juga dibebani investasi dalam proyek listrik 35.000 MW yang merupakan penugasan pemerintah. Selain Sri Mulyani, ada juga Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, 52% dalam tahap konstruksi itu setara dengan 18.207 MW. Sebagian, akan rampung tahun ini.

"Saya yakin tahun 2019 dari 18.000 MW, sekitar 40%-nya sudah memasuki COD, total 12.000 MW, dari 18.000 MW," kata dia di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (10/1/2019). (sumber2/dtk)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...