15 October 2019

"Prabowo Pelajaran Berharga Bagi Pendewasaan Demokrasi"

KONFRONTASI - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Komaruddin Hidayat mengatakan  ada hikmah yang dapat dipetik dari capres nomor urut 1 Prabowo Subianto. Mantan Danjen Kopassus itu dinilai telah memberikan sumbangsih pada proses pendewasaan demokrasi.

"Apapun analisisnya, dia telah sumbang proses pendewasaan demokrasi. Dengan menghadapi turbulance, maka kita akan lebih berkembang. Saya harap pemenang laksanakan mandat dan Prabowo pelajaran berharga bagi pendewasaan demokrasi," tandas Komarudin.

Sikap Prabowo yang menyatakan menolak proses hasil pemungutan suara oleh KPU mendapat kritikan. Prabowo mengaku banyak kecurangan yang terjadi di beberapa Provinsi, selain itu ketidaknetralan KPU pun menjadi alasan dirinya untuk menarik diri dari Pipres 2014.

Menanggapi hal itu, Mantan Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ikrar Nusa Bakti mengatakan kecurangan yang diungkapkan Prabowo sulit dilakukan kubu Jokowi-JK. Bahkan, sikap Prabowo tersebut dianggap menurunkan derajat, dari seorang negarawan menjadi politisi biasa.

"Prabowo menurunkan derajatnya dari kenegarawanan jadi derajat politisi. Kalau ada kecurangan masif di 5 ribu TPS, apakah partai yang kebetulan tidak ada kekuasaan mampu melakukan kecurangan masif, tersistematis dan terstruktur? Yang bisa itu incumbent atau penguasa, itu teoritisnya," tegas Ikrar, di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (23/7).

Selain itu, Ikrar juga menuturkan dari hasil pengamatannya Prabowo hampir 10 kali mengucapkan siap kalah dan siap menang, sementara Jokowi hanya 1 kali berkata demikian.

"Harusnya Prabowo bisa terima kekalahannya kalau dilihat dari kuantitas dia bicara demikian," imbuhnya.[ian/mrd]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...