26 May 2019

Polisi Duga Senjata Pelaku Teror Sarinah Berasal Dari Tempat Ini

Konfrontasi - Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Badrodin Haiti menyebut, senjata yang dipakai pelaku teror bom dan penyerangan di Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat berasal dari Filipina.

"Kalau senjata-senjata itu buatan Filipina. Di Filipina kan senjata cukup bebas bahkan ada home industry bisa membuat senjata dan diperjualbelikan. Setiap orang bisa membeli senjata," ujar Badrodin di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (16/1/2016).

Mengenai apakah ada hubungan para pelaku serangan di Thamrin dengan kelompok Mindanao Filipina, Badrodin belum mengetahuinya.

"Nah itu bisa saja, apakah itu terkait nama kelompok yang di Mindanau, belum tentu, karena belum menemukan fakta ke sana," ujarnya.

Hal ini diperkuat dengan penyataan dari Kapolda Sulut, Brigadir Jenderal Polisi Wilmar Marpaung, ia tak menampik hal itu. "Kuat dugaan seperti itu. Dan jika dibawa dari Filipina, kemungkinan senjatanya dibawa para pelaku lewat Kabupaten Sangihe, kemudian ke Manado," katanya.

Ia menjelaskan, informasi intelijen akan ada aksi teror di Manado pada perayaan Natal 25 Desember 2015 lalu ada benarnya, jika dikaitkan dengan keberadaan para pelaku yang membawa senjata dari Filipina.

"Karena kita tahu, Filipina, lebih khusus Mindanao, sangat dekat dengan Sangihe dan Manado. Mungkin karena teroris melihat warga Manado solid, sehingga mereka batal beraksi di sini. Kerukunan warga Sulut jadi jaminan, sehingga teroris kesulitan melancarkan aksi mereka," katanya.

Sebelumnya, kontak senjata dan ledakan terjadi di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Januari 2016 lalu. Pelakunya diketahui teroris yang diduga terafiliasi dengan ISIS. Dalam peristiwa itu, tujuh orang tewas dan 26 warga luka-luka. (vv/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...