26 May 2017

Polda Metro Jaya Mau Periksa Ichsanuddin Noorsy Terkait Rachmawati Soekarnoputri

KONFRONTASI - Penyidik Polda Metro Jaya masih menunggu kehadiran Ichsanuddin Noorsy untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan makar atas tersangka Rachmawati Soekarnoputri. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pemeriksaan seharusnya dilakukan pukul 10.00 WIB, namun hingga pukul 10.50 WIB, batang hidung Ichsanuddin belum juga terlihat.

"Kita tunggu saja. Yang bersangkutan akan diperiksa terkait tersangka Rachmawati Soekarnoputri. Jadwalnya jam 10.oo WIB," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin (9/1/2017).

Surat panggilan bernomor 218/I/2017/Ditreskrimum telah dilayangkan kepada pengamat politik ekonomi tersebut.

Menurut Argo, pemeriksaan terhadap Ichsanuddin masih berkaitan dengan pertemuan-pertemuan yang digelar para tersangka yang diduga membicarakan rencana makar. "Nanti kita lihat keterangan yang bersangkutan sebagai saksi," kata Argo.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus ini, termasuk calon wakil bupati Bekasi Ahmad Dhani dan suami calon wakil gubernur DKI Jakarta Sylviana Murni, Gde Sardjana.

Dhani diperiksa pada Rabu 4 Januari. Ia mengaku diperiksa terkait rencana kegiatan yang akan dilakukan pada 2 Desember silam, bertepatan Aksi Super Damai 212.

Dalam kasus itu, Argo menegaskan status Dhani masih sebagai saksi meski sebelumnya Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan sempat mengatakan Dhani terindikasi terlibat makar. Menurut Argo, untuk menaikkan status hukum, pihaknya masih memerlukan bukti-bukti pendukung.

"Kita masih mencari alat bukti yang lain," tuturnya.

Ahmad Dhani juga tersandung kasus lain. Dia menjadi tersangka kasus penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Polisi juga telah memintai keterangan Gde Sardjana untuk tersangka lainnya dalam kasus dugaan makar, Jamran. Penyebabnya, polisi mendapati adanya aliran dana dari Gde ke Jamran sebelum Aksi Super Damai 212.

Gde mengaku pernah mengirimkan uang Rp10 juta kepada Jamran. Namun, uang itu, kata Gde, digunakan untuk membantu biaya berobat istri Jamran yang sedang sakit. Hingga kini polisi sudah memintai keterangan 30 saksi atas kasus dugaan makar. Dari 11 orang yang ditangkap pada 2 Desember 2016, tujuh di antara mereka ditetapkan sebagai tersangka.[mtv/ian]

Category: 

loading...

Related Terms



News Feed

Loading...