24 April 2019

Pilpres: Rizal Ramli Ingatkan Lembaga Survei Jangan Menjustifikasi Kecurangan

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli mengingatkan agar pada pilpres 2019 ini, lembaga-lembaga survei tidak menjustifikasi kecurangan dan tidak me-maintain gap elektabilitas yang tak masuk akal. LSI Denny JA misalnya mencatat kubu petahana unggul di atas 20 persen dengan elektabilitas 53,2 persen. Sedangkan angka elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sekitar 31,2 persen. Gap elektabilitas itu tak masuk akal  dan mengingkari logika publik sebab elektabilitas Jokowi-Maruf Amin itu stagnan, mandeg, sedangkan Prabowo-Sandi  terus naik, menanjak.

Rizal Ramli, Menko Ekuin era Presideb Gus Dur,  menyatakan survei versi LSI Denny JA itu tidak sama dengan yang ia temukan ketika berkunjung ke lapangan dan berdialog langsung dengan masyarakat. Dia mengatakan  selisih elektabilitas di antara Jokowi dan Prabowo tak lebih dari 10 persen, bahkan kian menipis sekitar 5-6 persen.

"Jokowi sekarang stagnan, Prabowo naik. Saya akan kultweet nanti gapnya sekarang di bawah 10 persen. Jadi kalau mau (Prabowo) menang,  kudu double digit. Tidak bisa dicurangi," tuturnya.

Menurutnya, kemenangan Prabowo-Sandiaga  dapat  diraih dengan dua digit apabila seluruh relawan dan pendukung militan hingga pada waktu pencoblosan.

Rizal pun berharap lembaga survei di Indonesia sama seperti lembaga survei di Amerika Serikat yang terbuka memberi tahu masyarakat pemberi dana mereka. Menurutnya, hal itu dapat membuat masyarakat benar-benar mengerti maksud pelaksanaan survei.

Rizal Ramli, Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman , memperkirakan gerakan people power (gerakan rakyat) akan terjadi kembali apabila penyelenggara dan peserta Pemilu berlaku curang dalam Pilpres 2019

Menurut Rizal gerakan masyarakat bisa hidup kembali seperti terjadi di masa lalu apabila terjadi kecurangan dalam perhitungan suara Pilpres mendatang. 

"Jadi kalau ada yang coba super curang, kalau curang dikit-dikit ya namanya politik. Tapi kalau super curang, itu akhirnya akan menantang people power," kata Rizal Ramli

RR pernah menyampaikan hal itu pula dalam diskusi publik Refleksi Malari: Ganti Nakhoda Negeri? di Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi, Selasa (15/1).

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...