25 August 2019

Pidato Prabowo dan Rizal Ramli di Surabaya Mencerminkan Kuatnya Arus Keadilan, Optimisme dan Perubahan yang sudah Tidak Terbendung lagi

KONFRONTASI- Pidato kebangsan Prabowo Subianto (Capres) dan pidato politik tokoh nasional DR. Rizal Ramli di Surabaya Jumat kemarin merefleksikan aspirasi keadilan,  optimisme dan semangat rakyat untuk mewujudkan perubahan yang tak bisa dibendung lagi. Kubu petahana harus rela menerima kekalahan karena rakyat dan ummat sudah bergerak jauh untuk melakukan pergantian kepemimpinan nasional dan memperbaiki perekonomian, penegakan hukum dan kehidupan berbangsa bernegara yang adil, makmur, dan dinamis. Demikian pandangan peneliti senior/pengajar Sekolah Pasca Sarjana Universitas Paramadina Herdi Sahrasad.

‘’Kedigdayaan dan kemenangan rakyat yang antusias dan berduyun mendukung Prabowo melawan rezim neo-otoriter Jokowi  sudah tampak di depan mata karena kepengapan sosial dan kebuntuan ekonomi dibarengi dengan represi oleh rezim makin mendorong arus perubahan yang sangat besar,’’ kata Herdi, analis politik

‘’Civil society mencurigai dan menengarai bahwa segenap politik uang/amplop  seperti dalam kasus Bowo Sidik yang ditangkap KPK dan kasus coblos ilegal seperti di Kuala Lumpur Malaysia  hanyalah puncak gunung es dari modus operandi pihak  status quo untuk bertahan menghaang Prabowo-Sandi dengan segala cara,’’katanya.

Calon Presiden Prabowo Subianto mengingatkan kepada masyarakat bahwa Indonesia tak bisa lagi dianggap sebagai bangsa kacung (pembantu-red). Hal ini ia katakan dalam pidato politiknya di Surabaya, Jawa timur, hari ini.

“Jangan…jangan sampai kita jadi bangsa kacung lagi, Indonesia ini negara kaya, kasihan pejuang-pejuang kita yang mengorbankan nyawa,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Prabowo juga menyatakan bahwa ia didukung banyak pihak di Jawa Timur. “Saya dengar bocorannya, di Jawa timur kita sudah menang, dan kita harus meyakini bahwa bangsa kita adalah bangsa pemenang,” tambahnya.
 

Prabowo juga meminta kepada pada pendukungnya untuk mengawal ketat pencoblosan pada tanggal 17 April mendatang. “Kawal… mari kita kawal sampai tuntas dan sampai kita menang,” tutupnya

Berikut ini Pidato politik Tokoh Nasional DR. Rizal Ramli mewakili gagasan/ideologi pembangunan dan perubahan dari Kubu Prabowo-Sandi :

KITA tidak mau lagi sekedar business as usual, kita tidak mau lagi ekonomi Indonesia terus mandeg di 5%, kita tidak mau lagi daya beli rakyat merosot, tidak mau lagi rakyat kita susah mencari pekerjaan, kita tidak mau lagi kebijakan ekonomi tidak adil, yang hanya menguntungkan yang kuat dan asing saja.

Kita tidak mau lagi yang dibangun hanya infrastruktur tanpa planning yang benar, sehingga meninggalkan trauma 3-O (over supplies, over-price dan over-borrowing).

Kita tidak mau lagi resiko makro-ekonomi Indonesia terus meningkat karena tambahan utang ugal-ugalan dan bunga/yield sekitar 7.9% termasuk tertinggi di kawasan.

Neraca perdagangan terburuk (-$8,6 milyar, 2018) dan current account defisit (-$ 9,1 millar atau 3,57% GDP, Q4, 2018. CAD 2018: – $ 31,1 milyar atau 2,98% GDP.

Terparah di Asia Tenggara terbesar, sehingga ekonomi Indonesia sangat rentan terhadap berbagai gejolak eksternal.”

Cukup sudah dengan stagnasi dan kemandegan ini. Enough is enough!.

Hai Petahana, apa yang anda kerjakan selama ini? Katanya “Kerja, Kerja, Kerja”, kok hasilnya memble gini? Jangan-jangan hanya kerja tanpa strategi, kerja tanpa kepiawaian, kerja tanpa manfaat yang besar untuk rakyat Indonesia?.

Itulah mengapa rakyat Indonesia bergemuruh inginkan perubahan. Agar hidup rakyat lebih baik, lebih adil, lebih sejahtera. Kami ingin pembangunan yang lebih berkeadilan, lebih inklusif dan lebih memakmurkan.

Untuk itu, Pemerintahan Prabowo-Sandi berencana melakukan pertumbuhan ekonomi rata-rata 8% tahun 2020-2024. Dengan cara-cara terobosan yang innovatif, bukan cara business as usual. Dengan kebijakan makro-ekonomi yang lebih stimulatif tetapi semakin prudent.

Memompa daya beli rakyat golongan bawah, tanpa kartu-kartu lolypop, dengan kebijakan pro-rakyat: Dalam 100 hari menurunkan tarif listrik 900VA dan 450 VA, menurunkan harga pangan, menaikkan gaji PNS lebih tinggi dari inflasi.

Pemerintah Gus Dur, Menkonya RR & Pak Kwik, naikkan gaji PNS 125% dalam 21 bulan. Ini naikkan 5% saja sudah bangga setengah mati, padahal inflasi total 4 tahun terakhir 13%, jadi PNS justru rugi -8%, itupun sebagian besar belum dibayarkan.

Dengan langkah-langkah Prabowo itu, daya beli rakyat akan meningkat, serta membangkitkan kembali sektor ritel yang saat ini sangat lesu.

Membangun 1 juta perumahan untuk rakyat dan membangkitkan sektor real estate. Dengan langkah ini akan tercipta tambahan 3,5 juta lapangan kerja, langsung maupun tidak langsung, dan tambah pertumbuhan ekonomi 1,5 % per tahun.

RR & Kwik Kian Gik pernah naikkan pertumbuhan ekonomi dari -3% menjadi +4,5% dalam 21 bulan tahun 2000-2001, dengan utang yg berkurang melalui “innovative debt management” seperti debt swap, debt-to- nature swap dan lain-lain.

Mencapai kedaulatan pangan, kedaulatan keuangan, kedaulatan energi dan air untuk rakyat semaksimum mungkin, dan dengan all-out, bukan business as usual.

Mengubah strategi menarik investasi. Pihak petahana membujuk, mengemis untuk menarik investor asing. Hasilnya ala kadarnya. Siapa yang mau datang? Wong pertumbuhan ekonominya mandeg sekitar 5%. Mending mereka ke India (7,1%), Vietnam (7,1%) bahkan Filipina (6,2%), bahkan Bangladesh (7,7%).

Pemerintahan Prabowo-Sandi akan ganti strategi, genjot dulu pertumbuhan ekonomi 8%, tidak perlu ngemis sini ngemis sana, yang tidak datang, akan merugi sendiri

4,5 terakhir, terjadi percepatan deindustrialisasi (accelerated de-industrialization). Industri hanya tumbuh 4%, lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi,5%.

Tidak aneh pekerjaan susah dan upah mandeg. Itu terjadi karena kebijakan impor ugal-ugalan, export strategy yang tidak agresif, dan paket 16 kebijakan yang tidak efektif. Prabowo-Sandi akan percepat Industrialisasi dengan strategi yang jelas untuk meningkatkan daya saing produksi Indonesia.

Khusus untuk mencapai kedaulatan pangan, Prabowo-Sandi akan mengubah sistem kartel-cum-quota impor, yang merupakan sumber korupsi besar, menjadi sistim tarif yang juga berfungsi melindungi petani kita. Prabowo-Sandi akan membangun 1 juta sawah padi baru, 1 juta kebon jagung baru, dan 0,5 juta ladang tebu baru, reforestrasi jutaan Ha.

Tapi yang paling penting, Prabowo-Sandi komit untukan laksanakan kebijakan pro tani sehingga menjadi petani untung dan makmur, melalui pendapatan petani naik 2 kali lipat dalam 5 tahun melalui penetapan harga dasar untuk 3 komoditi penting.

Prabowo Sandi akan mengubah demokrasi kriminal menjadi demokrasi yang amanah dan accountable melalui reformasi pembiayan partai politik. Membenahi hukum, sehingga kebocoran anggaran sebesar Rp2000 triliun (dari pengeluaran dan potensi penerimaan KPK) bisa dihapuskan dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Amin. Semoga Tuhan memberkati Rakyat Indonesia. Surabaya, Kota Perjuangan,
12 April 2019

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...