7 December 2019

Pengamat : Prabowo-Hatta lebih menguasai ekonomi makro

KONFRONTASI-Debat capres sesi tiga yang berlangsung malam nanti (Minggu, 22/6) diprediksi tak akan berlangsung terlalu mencolok bagi pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK. Secara substansi, apa yang akan disampaikan oleh kedua pasangan juga tak akan jauh beda dari debat capres sebelumnya, yakni masih normatif.

Demikian analisa dari pengamat politik, Karyono Wibowo saat berbincang dengan pers di Jakarta, Sabtu (21/6)

Perbedaannya, masih kata dia, pasangan Prabowo - Hatta lebih menguasai ekonomi makro ketimbang pasangan Jokowi-JK. "Visi misinya memang ideal, isunya strategis tetapi masih terlalu di awang-awang," terang dia.

"Sementara pasangan Jokowi-JK, lebih menguasai secara detail teknis operasional," sambungnya.

Analisa Karyono, dalam debat yang mengangkat tema "Politik Internasional dan Ketahanan Nasional" itu‎ Prabowo-Hatta akan lebih runut, sistematis dan sesekali pamer istilah dalam bahasa Inggris.

"Prabowo di dalam debat cenderung menggunakan gaya orasi dengan intonasi yang seringkali berapi-api. Sementara intonasi komunikasi Jokowi cenderung datar, ringan tapi terkadang mengulang-ulang kalimat yg sudah dia sampaikan. Mungkin untuk memberikan kesan sesuatu yang sangat penting atau karena ada sesuatu yang lupa," terang dia.

Selebihnya, Karyono menambahkan bahwa model komunikasi dua pasangan capres tersebut tetap harus dihormati.‎ Sebab, kedua model komunikasi pasangan capres itu memiliki segmen pendukung masing-masing. Ada masyarakat yang suka dengan gaya komunikasi Prabowo yang berapi-api dan ada yang suka dengan gaya komunikasi Jokowi yang pelan dan sederhana.

"Yang jelas, masyarakat menengah bawah yang populasinya mayoritas cenderung lebih menyukai bahasa yang sederhana karena mudah dimengerti," tutup Karyono, yang juga peneliti senior dari Indonesia Public Institute ini. (Rmol)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...