31 March 2020

Pastikan Tak Jegal Jokowi, Ical Golkar Tak Minat Masuk 'Kandang Banteng'

KONFRONTASI - Ketua Umum Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie membantah akan menjegal pemerintahan terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla. "Kalau penjegalan diartikan menjatuhkan pemerintahan, saya pastikan tidak," kata Ical ketika di rumah makan Tugu Kunstkring Paleis, bilangan Menteng, Selasa, 14 Oktober 2014

Ical mengatakan perbedaan pendapat adalah hal yang lazim. Namun, perbedaan itu harus ditujukan untuk mencari yang terbaik bagi nusa dan bangsa. Dia berjanji akan memberikan kritikan yang santun ke Jokowi dengan disertai solusi.

Menurut Ical, Jokowi sudah dianggap sebagai sahabatnya. "Kalau ngomong sama sahabat, sebaiknya tak hanya yang bagus-bagus, muji-muji. Kalau ada masalah disampaikan," kata Ical. Karena itulah, ujarnya, Golkar tak perlu dalam satu koalisi dengan Jokowi.

Presiden terpilih Joko Widodo bertemu dengan Aburizal Bakrie, sore mulai 15.00-16.00 WIB. Pertemuan empat mata itu, menurut Ical, membahas mengenai Indonesia ke depan. Ical yang tak didampingi petinggi partai beringin memberikan saran kepada Jokowi tentang pendekatan penyelesaian di Papua dan pemerataan pembangunan. Sementara di ruang pertemuan empat mata di lantai dua itu, sejumlah deputi rumah transisi yakni Rini Soemarno dan Andi Widjajanto tampak menunggu di luar.

Sebaliknya Jokowi, kata Ical, tak satu pun penawaran untuk bergabung di pemerintahan. "Pak Jokowi tak menawarkan, hanya bertanya masih di koalisi merah putih atau tidak," katanya yang saat itu mengenakan kemeja safari abu-abu lengan pendek. Dia menjawab masih setia dengan koalisi pendukung Prabowo Subianto itu.

Ihwal ketua komisi dan alat kelengkapan, Ical mengatakan tak ada pembicaraan tentang itu dengan Jokowi. Dia tak menutup kemungkinan akan sering bertemu dengan Jokowi membahas apapun asal keduanya mempunyai waktu luang.[tmp/ian]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...