28 February 2020

Ribut Tapal Batas, Dua Kelompok Masyarakat Bentrok

KONFRONTASI - Dipicu permasalahan tapal batas, dua kelompok masyarakat yang berada di wilayah Nagari Sumpur Kecamatan Batipuh Selatan dan Nagari Bungo Tanjuang Kecamatan Batipuh bentrok. Akibatnya beberapa orang masyarakat dikabarkan mengalami luka-luka.

Bentrokan yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB tersebut cukup mencekam. Diberitakan haluan.com, masyarakat yang terlibat bentrokan tak hanya menggunakan benda tumpul seperti kayu dan balok, namun juga menggunakan senjata tajam (sajam) berupa golok atau parang.

"Suasana tadi lokasi kejadian tadi cukup mencekam, beberapa orang warga keluar dengan memegang kayu balok dan ada juga yang memegang parang atau golok," ujar Andre salah seorang masyarakat.

Beruntung, dengan kesigapan personil kepolisian dari Polres Padang Panjang di bantu personil Komando Militer (Kodim) 0307/TD, yang langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), bentrokan yang terjadi tak berlangsung lama.Mendapatkan informasi tersebut, kita langsung menurunkan personil untuk mendinginkan suasana bentrokan antar Nagari Bungo Tanjung Kecamatan Batipuh dan Nagari Sumpur Kecamatan Batipuh Selatan," ujar Kapolres Padang Panjang AKBP. Sugeng Hariyadi kepada Haluan, Kamis (5/12) malam.

Dikatakan Kapolres Padang Panjang AKBP. Sugeng Hariyadi, bentrokan tersebut terjadi diduga dipicu oleh permasalahan tapal batas, dimana Nagari Bungo Tanjung diduga memasang pancang batas wilayah secara sepihak.

Hingga malam ini, lanjut AKBP. Sugeng Hariyadi, personil Polres Padang Panjang juga masih mengumpulkan data terkait adanya korban dalam kejadian tersebut.

"Hingga saat ini dikabarkan ada tiga orang masyarakat yang mengalami luka-luka, namun hingga saat ini personil masih mengumpulkan datanya," terangnya lagi.

Lebih lanjut, AKBP Sugeng Hariyadi mengatakan, malam ini kondisi di TKP sudah mulai aman dan kondusif, sekitar pukul 18.00 WIB, masyarakat sudah mulai membubarkan diri.

Dilain pihak, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Tanah Datar, Irwan saat dihubungi haluan.com membenarkan saat ini kondisi masyarakat di dua nagari yang terkadi bentrok ini sudah reda. “Kami masih melakukan musyawarah dengan tokoh masyarakat, Forkopimda, di lokasi," ujar Irwan. (Jft/HALUAN)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...