18 August 2019

NU: Sikap Trump Dapat Tingkatkan Sentimen Anti-Amerika

Konfrontasi - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai pengakuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel dapat berdampak buruk bagi warganya di Indonesia. Pasalnya, sentimen anti-Amerika bisa semakin tinggi. 

"Apa yang disampaikan Trump sudah melampaui batas-batas dan menimbulkan efek politik. Misalnya, sentimen anti-Amerika semakin tinggi," ujar Sekretris Jenderal NU Helmy Faishal Zaini di Gado-Gado Baplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 9 Desember 2017. 

Menurut dia, sentimen anti-Amerika dapat menimbulkan aksi protes dan pengusiran terhadap Kedutaan Besar AS untuk Indonesia. Dampak lainnya adalah pemboikotan produk-produk dari negara adidaya itu.

"Tapi bagi kami, tentu langkah diplomasi dahulu yang harus ditempuh," lanjut dia. 

Ia menjelaskan pemboikotan adalah risiko yang harus ditanggung ketika pempimpin AS membuat pengakuan sepihak terhadap Yerusalem. Namun, pemboikotan juga harus mempertimbangkan tenaga kerja dan hasil bumi Indonesia yang ada di produk itu. 

Helmy berharap agar permasalahan ini tidak melebar ke arah lain, misalnya sentimen agama atau bangsa. Pasalnya, isu Yerusalem adalah masalah kemanusiaan dan kedaulatan atas status negara. (mtv/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...