21 September 2019

MUI Harapkan UAS dan Umat Kristiani Berdamai

KONFRONTASI-Majelis Ulama Indonesia (MUI) menghendaki agar polemik ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) yang dianggap menyinggung umat Kristiani disudahi.

Selain itu, MUI juga berharap agar tidak ada lagi friksi antara dai kondang itu dengan umat kristiani di Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Masduki Baidlowi kepada wartawan di gedung MUI, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Masduki menyatakan, usai pertemuan dengan UAS, MUI akan melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak lainnya.

Utamanya dengan organisasi kemasyarakatan Kristiani yang selama ini merasa tersinggung dengan ceramah UAS. Rencananya, hal itu akan mulai dilakukan MUI.

Langkah tersebut merupakan uapya mediasi sekaligus untuk mederam ketegangan di tengah masyarakat.

"Harapannya supaya tidak ada gugatan balasan dari pihak yang lain," katanya.

Lebih lanjut, pihaknya juga berharap friksi yang terjadi bisa dihilangkan dengan saling mencabut laporan polisi.

"Kemudian kalau dicabut (laporan polisi) ya lebih bagus," harapnya.

Menurutnya, apa yang terjadi saat ini sepatutnya dijadikan pelajaran dan peringatan bagi ulama lainnya.

Agar, para ulama lebih berhati-hati saat menyampaikan ceramahnya.

Terlebih, bangsa Indonesia saat ini tengah merajut kembali persatuan pasca Pilpres 2019 lalu.

Karena itu, MUI tak menginginkan upaya rekonsiliasi yang saat ini tengah berjalan malah akan jadi terhambat.

“Kita baru selesai pilpres, kita lagi menjahit (rekonsiliasi) ini dan ingin mendinginkan suasana agar semua berjalan lebih bagus,” tegasnya.

Sementara, Sekjen MUI Anwar Abbas menyampaikan bahwa pertemuan dengan Ustadz Abdul Somad merupakan tabayyun untuk mendengarkan klarifikasi terkait video ceramahnya yang viral.

“Seperti kita ketahui, banyak dibicarakan hal-hal berkaitan dengan beliau. Oleh karena itu kami melakukan tabayyun,” ucap Anwar Abbas kepada wartawan.

Anwar menuturkan, pihaknya sendiri sudah memiliki kesimpulan terkait apa yang sebenarnya terjadi.

“Tadi kami sudah berdiskusi dengan beliau (UAS), dan kami sudah bisa menyimpulkan kira-kira seperti apa yang terjadi,” ucapnya.

Sayangnya, anwar enggan membeberkan kesimpulan yang didapat dari pertemuan pimpinan MUI dan UAS itu.

Akan tetapi, MUI bakal melakukan pertemuan dengan ulama dan tokoh lain untuk menyikapi kondisi kekinian sekaligus mendinginkan suasana yang sedang panas.

Diharapkan, nantinya bisa didapat titik temu antara pihak-pihak yang berbeda pandangan agar Indonesia tetap aman.

“Setelah pertemuan ini MUI menindaklanjuti dengan bersilaturahmi, berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman-teman dari agama lain,” jelasnya.

MUI berharap, nantinya kondisi yang sedang panas ini bisa diredam.

“Mudah-mudahan kita bisa mencari penyelesaian masalah dengan baik,” pungkasnya.(mr/posat)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...