25 August 2019

MPR: Banyak Negara Memuji UUD 1945 Sebagai Konstitusi Modern

Konfrontasi - Sebanyak 100 anggota Menwa dari sejumlah kampus mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR metode Bela Negara kepada 100 Menwa, Manado, Sulawesi Utara, pada Sabtu (20/7/2019).

Selesai mengikuti outbond, diharap para peserta mempunyai karakter kebangsaan, yang mengandung nilai patriotisme.

"Karakter bisa dipelajari dan wajib dihayati. Karakter bukan sesuatu yang jatuh dari langit," ujar anggota MPR dari Fraksi PDIP, Yoseph Umarhadi, saat jadi narasumber dalam acara tersebut. 

Karakter kebangsaan yang ada pada bangsa ini menurut Yoseph harus bersumber pada Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Dijelaskan Pancasila merupakan sumber dari segala sumber. Terkait UUD, dikatakan bangsa ini menjadikan UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi. 

"Tidak setiap negara memiliki konstitusi," paparnya. Dalam konstitusi, dikatakan Indonesia menganut paham konstitutionalisme di mana rakyat memegang kedaulatan tertinggi.

Dikatakan, dalam sejarah perjalanan Indonesia, bangsa ini pernah menggunakan berbagai konstitusi, seperti UUD Tahun 1945, UUD RIS, UUD Sementara, kembali UUD Tahun 1945, hingga UUD NRI Tahun 1945. Proses yang ada, menurut Yoseph, perlu dipahami.

"Semua telah teruji dengan baik. Kita memiliki konstitusi yang bisa diandalkan dari waktu ke waktu," tuturnya.

Dijelaskannya, perubahan dari UUD Tahun 1945 menjadi UUD NRI Tahun 1945 terjadi karena tuntutan reformasi. Meski demikian amandemen yang terjadi tidak boleh mengubah pembukaan UUD, tak boleh mengubah bentuk NKRI. "Amandemen juga dilakukan untuk memperkuat sistem presidensial," tuturnya.

Amandemen yang terjadi menurut Yoseph banyak dipuji oleh negara lain. "Karena memasukan banyak pasal tentang Hak Asasi Manusia. Hingga mereka memuji UUD kita sebagai konstitusi yang modern," tambahnya.

Dalam sosialisasi, pria yang sedang menempuh Program S3 di UGM itu mengharap agar semua lembaga negara ikut mensosialisasikan Empat Pilar. Ini penting sebab generasi muda mulai banyak yang tak paham nilai-nilai kebangsaan. 

"Setiap lembaga perlu melakukan kegiatan yang ada nilai Empat Pilar. Misalnya saat masa orientasi sekolah (MOS) perlu diberi muatan Empat Pilar," pungkasnya. (dtk/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...