23 February 2019

Mobil Esemka Jokowi Aslinya Dari China. Awas, jadi Mobil Nasional yang Ethok-Ethok, Pura-Pura, Ngeri !

KONFRONTASI- Mobil Esemka yang pernah dibangga-banggakan Presdien Joko Widodo diduga kuat sebagai mobil yang penuh dengan kepura-puraan
Ahli otomotif, Mochtar Niode mengungkapkan, setelah hingar-bingar tentang dahsyat dan hebatnya Esemka, pihaknya langsung mengecek tentang asal-usul mobil yang katanya akan dijadikan sebagai mobil nasional.

"Setelah dicek itu adalah mobil produk China. Dari dia ambil, tinggal tempel merek saja (merk Esemka)," kata dia dalam diskusi bertajuk "Indonesia Pasca Jokowi Mewujudkan Mobil Nasional Bukan Pencitraan Seperti Esemka" di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I Nomor 35, Kebayoran Baru, Rabu (23/1).
Mobil Esemka Hanya Pura-pura, Aslinya Dari China
Ditegaskannya bahwa mobil Esemka sebenarnya mobil milik China. Sebab desain dan teknologinya pun dari negara tirai bambu.

"Itu milik China. Kalau misalnya Esemka, harusnya bisa ikut pameran internasional. Kenyataannya mereka nggak bisa. Jadi emang desain dan teknologi bukan milik Esemka. Mungkin ini yang disebut mobil pura-pura, ethok-ethok  itu. Tiba-tiba Esemka keluar luar biasa hebatnya," ungkapnya.

Hal ini berbeda jauh dengan Vietnam yang terbilang lebih serius membuat mobil nasional dan berhasil karena kerja keras, kreatif..

"Mobil nasional Vietnam sudah dipamerkan di Paris show. Bintangnya David Beckham. Inilah seriusnya Vietnam,sedang Esemka jadi Mobnas pura pura," ujarnya.

Dalam hal ini,  solusi yang ditawarkan oleh ahli otomotif Mouchtar Niode MSc adalah membuat mobil rakyat dengan semangat kreatifitas dan inovasi yakni membuat mobil listrik untuk:

Pertama, Mengurangi Impor BBM -

Kedua, Mengurangi Emisi Gas Buang

Ketiga, Mengangkat Martabat Bangsa

Keempat, Meningkatkan Perekonomian Bangsa  dan menyelamatkan Bumi yang Sekarat

''Selama ini Industri Mobil Indonesia dinikmati oleh Jepang, Korea, Amerika dan Eropa Kapasitas terpasang  :  2.2 juta per tahun ( 90% merk Jepang; 10% Amerika, Korea, Jerman dan Perancis) Produksi  mereka tahun 2017  : 1.2 juta per tahun ( Rp. 240 triliun) Export tahun 2017     : 200.000 per tahun ( Rp. 40 triliun),'' kata Mocjtar Niode.

''Dengan ciri mobnas rakyat itu berupa mobil dengan Jumlah Penumpang : 6-7 orang (Mobil Keluarga). Jarak tempuh :300 km, Motor  = 110 HP, Kecepatan  Max 120 km/jam dalam 15 detik. Baterai Li-ion Solid State:  50 kwh, 50 km per litreEq. Waktu pengisian baterai L3 DC :  10 menit  fast charger . Produksi : 50.000 unit per tahun. Adapun harga : di bawah harga Mobil MPV yang ada(low cost family car,''imbuhnya.

Di sini, Mochtar menambahkan, perlu sekali kita menggunakan ide-ide yang baik dari dalam dan  luar perusahaan.'' Kerjasama dengan orang-orang ahli dan pintar di dalam dan di luar perusahaan. Kerjasama dengan R&D di dalam dan luar perusahaan.,'' katanya.

Menurutnya, kita tidak perlu menemukan sesuatu yang pertama untuk mengambil keuntungan . '' Kita harus mengutamakan membangun model bisnis yang baik dari pada memasuki pasar terlebih dahulu. Apabila kita membuat sesuatu yang baik pilih ide dari dalam dan ide dari luar, kita akan menang,'' kata Mochtar, alumnus ITB

. [rus]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...