17 June 2019

Menhan: Tim Mawar Sudah Puluhan Tahun Bubar

KONFRONTASI-Usai pembeberan dan pemaparan Polri terkait kerusuhan 21-22 Mei, keberadaan Tim Mawar kembali mencuat ke permukaan.

Bahkan dalam artikel yang diturunkan majalah Tempo, Tim Mawar disebut-sebut berada di balik kerusuhan Jakarta yang bermula dari demo di depan kantor Bawaslu RI.

Menaggapi pemberitaan majalah Tempo itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan tak perlu lagi membawa luka lama dengan mengaitkan Tim Mawar Kopassus turut terlibat sebagai dalang kerusuhan 21-22 Mei lalu.

Menurutnya, Tim Mawar yang pernah disebut-sebut sebagai tim penculikan periode 1997-1998 itu sudah puluhan tahun selesai.

Demikian disampaikan Menhan saat memberikan keterangan pers di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

"Sudahlah Tim Mawar itu sudah puluhan tahun sudah selesai, jangan dibawa-bawa lagi," ujarnya.

Kendati begitu, Ryamizard menegaskan bahwa jika memang ada mantan anggota yang terlibat kerusuhan lalu, itu adalah murni perbuatan individu.

Karena itu, ia menegaskan bahwa perbuatan mantan anggota itu sudah bukan lagi dan tidak ada kaitannya dengan kesatuan TNI maupun Tim Mawar.

"Kalau misalnya sudah purnawirawan, dia sudah tidak bergabung di apa-apa, segala macamnya begitu, itu urusan mereka," tegasnya.

Begitu pula dengan tuduhan pada anggota TNI, khususnya Kopassus aktif turut terlibat, Ryamizard memastikan hal tersebut tidak benar.

"Yang namanya Kopassus aktif, tidak ada yang begituan. Saya sudah tanyakan satu persatu, tidak ada mereka itu (terlibat)," katanya.

Sebelumnya, mantan Komandan Tim Mawar Mayjen TNI (Purn) Chairawan tidak mempersoalkan tuduhan adanya keterlibatan pihaknya dalam aksi kerusuhan 21-22 Mei.

Pasalnya, selain tidak mendasar, tuduhan tersebut juga dinilai tendensius.

"Tapi kok saya diam ini malah muncul di (majalah) Tempo. Wah ini kalau dibiarin terus ini jangan jangan. Makanya saya laporkan," kata Chairawan di Bareskrim Polri Jakarta Selatan, Rabu (12/5).

Dalam salah satu pemberitaannya di majalah Tempo edisi 10-16 disebutkan adanya dugaan keterlibatan beberapa eks anggota Tim Mawar dalam kerusuhan 21-22 Mei.

Karena itu, Chairawan menilai tuduhan tersebut dianggap menghakimi seakan-akan bahwa Tim Mawar ini terlibat dalam kerusuhan tersebut. Padahal itu tidak benar.

"Tau lah. Itu mau saya tuntut. Karena nuduh sembarangan. Saya harus menghormati polisi, polisi memang tugasnya, siapa dalangnya ini," ungkpanya.[mr/posat]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...