20 September 2019

Kunjungi Ahmad Dhani di Penjara, Rizal Ramli: Selamat Datang di Era Neo-Otoriter

KONFRONTASI- Kemudian, mantan Menko Kemaritiman itu bercerita kala dipenjara pada usia 22 tahun. Rizal Ramli dijebloskan ke dalam bui oleh Soeharto selama 1,5 tahun, dengan menggunakan undang-undang kolonial Belanda yang bahkan sudah tidak lagi digunakan di negara asalnya.

"Saya zaman Soeharto ditangkap karena menulis buku putih perjuangan mahasiswa. Pemerintah Orba menggunakan UU Kolonial pasal Hatzaai Artikelen, yaitu siapa yang menghina Ratu Belanda akan diadili dan di penjara. Di Belanda sendiri gak ada UU itu," ungkapnya.

Kunjungi Dhani, Rizal Ramli: Selamat Datang di Era Neo-Otoriter

2. UU ITE digunakan untuk memberangus oposisi dan lawan politik

Kunjungi Dhani, Rizal Ramli: Selamat Datang di Era Neo-OtoriterIDN Times/Vanny El Rahman
 

Rizal menganggap UU ITE lebih jahat dari UU Kolonial, karena digunakan untuk memberangus mereka yang memiliki pandangan berbeda dengan pemerintah hanya karena salah bicara di media sosial.

"Yang salah ngomog, yang salah tulis di sosmed bisa langsung ditangkap. Ini jauh lebih menegangkan dari UU Kolonial. Saya setuju UU ITE, tetapi hanya untuk kejahatan elektronika, seksual lewat elektronik, terorisme, dan kejahatan keuangan. Bukan untuk memberangus demokrasi," ulas dia.

3. Rizal yakin Dhani akan bebas selepas 17 April nanti

Kunjungi Dhani, Rizal Ramli: Selamat Datang di Era Neo-OtoriterIDN Times/Vanny El Rahman

Kedatangan Rizal bertujuan untuk meyakinkan Dhani bila dirinya akan bebas selepas 17 April nanti. Sebab, dia yakin Prabowo-Sandi akan berhasil mengalahkan Jokowi-Ma'ruf dan memiliki keinginan kuat untuk merevisi UU ITE.

"Saya hari ini ingin berkunjung ke Dhani mengatakan simpati. Dhani kamu yang sabar, ini gak lama, sebentar lagi ini akan berubah. Tanda-tanda kekalahan Jokowi semakin jelas," ujarnya.

Dia pernah bertanya kepada Prabowo-Sandi soal kesediaan mereka merevisi UU ITE ketika terpilih. "Saya tanya kepada Prabowo-Sandi, apakah kalau nanti bulan April menang, mau merevisi UU ITE yang menyeramkan ini? Prabowo bilang iya, Sandi bilang iya," sambungnya.

 

4. Jokowi dianggap tidak memiliki keinginan untuk merevisi UU ITE

Kunjungi Dhani, Rizal Ramli: Selamat Datang di Era Neo-OtoriterDok.IDN Times/Biro Pers Kepresidenan

Pertanyaan serupa juga pernah Rizal sampaikan kepada Jokowi dan orang-orang terdekatnya. Namun, dia melihat kubu 01 sangat senang menggunakan UU ITE untuk memperlemah oposisinya.

"Saya ajukan pertanyaan yang sama kepada Jokowi dan anak buahnya. Sampai hari ini tidak ada jawaban, saya duga mereka senang banget pakai UU ITE. Kalau nanti kepilih lagi pasti akan pada ditangkepin nih, oposisi semua. Saya malah aneh, Prabowo dipersepsikan kayak apa, tetapi malah komit terhadap demokrasi," beber mantan Menteri Keuangan era Gus Dur itu.

5. Jokowi membawa Indonesia pada era Neo-Otoriter

Kunjungi Dhani, Rizal Ramli: Selamat Datang di Era Neo-OtoriterDok.IDN Times/Biro Pers Kepresidenan

Rizal sendiri mengaku terkejut, karena sosok Jokowi yang merupakan representasi sipil, justru memimpin dengan otoriter. Menurutnya, hal itu disebabkan lingkaran pemerintahan Jokowi yang dipenuhi oleh jenderal Orba.

"Saya sebetulnya kaget karena saya pikir Jokowi dari kalangan sipil. Harusnya lebih demokratis, tetapi kenyataanya dia makin lama makin neo-otoriter. Pada dasarnya ini adalah rezim neo-otoriter," tutupnya.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...