22 October 2019

Kubu Prabowo lebih Dungu dari Kubu Jokowi kalau mau diajak Rekonsiliasi (Islah), kata Emak-Emak

KONFRONTASI- Di media, Eva Sundari dkk dari kubu Jokowi  kecewa kubu Prabowo sulit diajak rekonsiliasi (islah).  Para emak bilang, kubu Prabowo lebih dungu dari  kubu Jokowi kalau mau diajak ishlah, rekonsiliasi. Ngapain rekonsiliasi? tanya emak-emak. Jutaan emak menilai Jokowi curang, rezim dungu dan curang yang krisis legitimasi.

Jika kita analisa kenapa golongan 01 ngotot minta rekonsiliasi kepada 02, ini kata emak-emak: Mewakili jutaan emak-emak, para perempuan berdemo di hadapan markas Prabowo Subianto diJakarta agar tidak rekonsiliasi dengan Jokowi. Demo emak-emak itu sangat serius dan dramatis. Jutaan emak menolak Prabowo rekonsiliasi dengan Jokowi

Emak-emak pendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menggelar aksi damai di depan rumah Prabowo, Jalan Kertanegara Nomor 04 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (5/7). Mereka mengaku tidak rela Prabowo dan Sandi rekonsiliasi dan berkoalisi dengan kubu curang Joko Widodo. Puluhan emak-emak ini mewakili aspirasi jutan emak emak, masih yakin Prabowo-Sandi dicurangi pada Pilpres 2019. 

Dalam kaitan ini analis  M Rizal Fadillah mengingaktan, ketika perjuangan belum berakhir, Prabowo harus terus  melangkah sebagai "Presiden de facto" melakukan konsolidasi intensif pada pendukung baik partai, relawan, maupun rakyat. Momentum harus terus dimanfaatkan optimal. Tentu hal ini untuk membangun politik yang sehat dalam perjuangan menegakkan kebenaran dan mengalahkan segala bentuk kelicikan dan kecurangan.

Tidak pro kepada Rezim pro Aseng dan pendukungnya.

Stop memakmurkan Aseng, utamakan makmurkan kedaulatan rakyat mengedepankan adil makmur.

Kalau golongan 01 para muthoffifin membela mati matian kecurangan.
karena azaz yang kubu Jokowi pakai sudah kita ketahui:
KECURANGAN ADALAH BAGIAN DARI DEMOKRASI.

Maka tunjukan kita sebagai golongan 02  membela mati matian kedaulatan Rakyat hanya untuk Adil Makmur.(JPNN/sumber2)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...