17 June 2019

KPU Sebut Aksi Demo di Depan Kantor Ganggu Aktivitasnya

Konfrontasi - Selama proses rekapitulasi suara Pemilu 2019, masyarakat kerap melakukan aksi di depan kantor KPU. KPU mengatakan pihaknya merasa terganggu dan sulit melakukan pekerjaan di luar kantor. 

"Tentu mengganggu ya, misalnya kita harus melakukan pekerjaan di luar kantor, itu kan agak terganggu alur keluar-masuknya," ujar Ketua KPU Arief Budiman di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019).

Arief mengatakan bila demo tersebut menutup gerbang KPU, maka pihaknya kesulitan bila ingin melakukan tugas di luar kantor. 

"Dua pintu yang kita punya kalau biasanya demo berfokus di satu pintu, kita masih bisa gunakan pintu satu pintu yang lain. Tapi kayak misalnya hari ini dua pintu tertutup semua, kita nggak bisa ke mana-mana," kata Arief.

"Udah stuck aja di sini mau keluar juga nggak bisa, apalagi yang dari luar disuruh masuk juga nggak bisa juga," sambungnya.

Menurutnya, undang-undang telah memberikan ruang untuk menyelesaikan masalah. Sehingga menurutnya, permasalahan Pemilu tidak perlu di selesaikan di jalan. "Karena itu nggak menyelesaikan persoalan ya," kata Arief. 

Arief mengatakan, dugaan pelanggaran terkait administrasi dapat diselesaikan ke Bawaslu. Sedangkan perbedaan hasil Pemilu dapat dilakukan ke Mahkamah Konstitusi.

"Kalau ada dugaan pelanggaran prosedur misalnya, pelanggaran administratif misalnya, itu silahkan dilaporkan ke Bawaslu. Kalau Ada dugaan pelanggaran etik silakan dilaporkan ke DKPP, kalau ada perdebatan perbedaan tentang hasil pemilu silakan nanti diajukan ke Mahkamah Konstitusi," tuturnya. (dtk/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...