17 September 2019

KPU Hemat Rp 291 Miliar Cetak Surat Suara

Konfrontasi - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatakan  total nilai kontrak untuk pencetakan surat suara Pemilu 2019 mencapai Rp603.342.100.900. Anggaran tersebut untuk enam konsorsium pemenang lelang pencetakan surat suara.

Komisioner KPU RI, Ilham Saputra menjelaskan dengan nilai kontrak tersebut, maka KPU berhasil menghemat uang negara Rp291.378.192.100 atau 32,57 persen dari total pagu anggaran Rp894.720.293.000.

“Terkait rekap nilai pada surat suara, kita punya pagu Rp894.720.293.000, kemudian kita menghitung sendiri dalam HPS kita Rp872.691.402.425. Tetapi kemudian kontrak kita hanya Rp603.342.100.900. Jadi kita menghemat sekitar 32,57 persen dari pagu itu,” ujarnya saat konferensi pencetakan perdana surat suara di Gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (20/1/2019)

Diketahui KPU menunjuk enam konsorsium melalui lelang untuk pencetakan surat suara yang tersebar di 35 lokasi, di 3 provinsi dengan nilai kontrak Rp603.342.100.900. Keenam konsorsium tersebut adalah Konsorsium PT Aksara Grafika Pratama Jakarta memproduksi surat suara sebanyak 68.176.374 lembar (7,25%), Konsorsium PT Balai Pustaka Jakarta memproduksi surat suara sebanyak139.894.529 lembar (14,88%).

Kemudian  Konsorsium PT Gramedia Jakarta memproduksi surat suara sebanyak lembar 292.019.984 lembar (31,07%), Konsorsium PT Temprina Media Grafika Jawa Timur memproduksi surat suara sebanyak 255.019.544 lembar (27,13%), Konsorsium PT Puri Panca Pujibangun Jawa Timur memproduksi surat suara sebanyak 107.714.950 (11,46%) dan PT Adi Perkasa Makassar, Sulawesi Selatan memproduksi surat suara sebanyak 77.054.270 lembar (8,2%).

Ilham menilai penghematan yang dilakukan KPU RI merupakan sesuatu yang baik bagi keuangan negara. “Saya kira (penghematan ini) satu hal yang baik untuk menghemat uang negara,” tandas dia. (pskt/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...