18 November 2019

KPK versus Polri, Kalah Jadi Abu, Menang Jadi Arang, Menko Tedjo Layak Dievaluasi

KONFRONTASI - Direktur Pusaka Trisakti Fahmi Habsyi bahkan meminta Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh membantu mengingatkan Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno untuk bisa mendinginkan suasana terkait konflik KPK-Polri.

"Kepada Bang Paloh, saya mengharapkan komitmennya terhadap kelangsungan pemerintahan Jokowi-JK untuk membantu mengingatkan Menkopolhukkam agar bisa menjadi 'brandweer' (pemadam kebakaran) saat ini," kata Fahmi, Minggu (25/1).

Dia mengatakan, seharusnya Menkopolhukkam sebagai pihak pemerintah harus menengahi, mengayomi dan berkepala dingin ketika panasnya hubungan KPK, Polri, yang juga masyarakat pendukung kedua lembaga tersebut.

"Itu yang diperlukan Jokowi-JK saat ini dan yang diharapkan ketika menunjuknya jadi Menkopolhukam," kata Fahmi.

Dia mengatakan, saat ini Jokowi-JK tengah dalam ujian besar menyikapi dan mencari solusi konstruktif konflik KPK-Polri. Hal ini agar publik dan stakeholder tetap dalam situasi kondusif, tidak terpancing tindakan-tindakan yang merugikan pemerintahan Jokowi-JK.

Perlu diingat, ia menambahkan, soal KPK versus Polri ini tetap saja siapapun yang kalah jadi abu, menang jadi arang.

"Acuan kita menyelamatkan Nawacita maka menyelamatkan Polri dan KPK adalah prioritas. 'Mbok' sikon yang sudah tenang ini disyukuri," jelasnyya.

Dia pun mengingatkan, kejadian demi kejadian terkait KPK-Polri belakangan ini tidak berdiri sendiri. Baik itu dari urutannya maupun waktu momennya.

Tanpa disadari, ia mengingatkan, akhirnya masuk dalam giringan operasi sistematis dari sekelompok elit yang sedang "testing the water" ketahanan pemerintahan Jokowi-JK.

"Saya tidak mengetahui apakah ini disadari atau tidak oleh elit-elit pendukung Jokowi-JK maupun petinggi KPK dan petinggi Polri," ujarnya.[jpn/ian]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...