30 March 2020

KPK Tolak Buka 'Kickback' eks Kepala BPPN

KONFRONTASI - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengaku, tidak bisa mengungkap apa yang diperoleh mantan Kepala BPPN Syafruddin Temengung atas pemberian Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) kepada Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) milik taipan Sjamsul Nursalim.

"Kami tidak bisa memberitahukan hal itu karena saat ini yang sedang diproses adalah penyalahgunaan kewenangan yang mengakibatkan kerugian negara," ujarnya saat ditemui wartawan, Jakarta, Selasa (2/5).

Febri menyebutkan, yang ditangani saat ini oleh pihaknya adalah mengetahui, sejauh mana pengetahuan Syafruddin atas sisa utang atau kewajiban lain yang ditanggung Sjamsul sebagai obligor BLBI.

"Itu dulu yang kita dalami lebih lanjut. Next step bicarakan lebih jauh bagaimana agar hak negara 3,7 triliun bisa diselamatkan," tuturnya.

Ia pun nambahkan, ada perbedaan  perkara korupsi ini dengan tindak pidana korupsi lain.

"Ketika diambil sekian triliun atau miliar dibelanjakan utk barang-barang atau aset atau saham atau yg lain, mungkin harus pilah lebih dulu. Objek yang dibicarakan Hak tagih yg sebenarnya 4,8 triliun bukan 1,1 triliun Sehingga masih ada kewajiban 3,7 triliun," tuturnya. (Juft/Skala)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...