23 October 2019

KPK Terima 1.534 Laporan Gratifikasi Sejak Januari-Agustus 2018

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima sebanyak 1.534 laporan gratifikasi baik melalui pelaporan langsung ataupun aplikasi gratifikasi online sejak Januari sampai Agustus 2018.

"Sampai dengan 31 Agustus 2018, KPK telah menerima sebanyak 1.534 laporan gratifikasi, baik melalui pelaporan langsung ataupun aplikasi gratifikasi "online" atau GOL," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Selasa.

Dari seluruh laporan gratifikasi tersebut, lanjut Febri, KPK telah menetapkan senilai Rp6,37 miliar sebagai milik negara.

"Hal ini adalah salah satu bagian dari upaya KPK untuk "asset recovery" melalui mekanisme pencegahan di Direktorat Gratifikasi," ungkap Febri.

Selain itu, kata dia, KPK juga menjalankan fungsi "trigger mechanism" untuk mempermudah pelaporan gratifikasi dan memaksimalkan pengendalian gratifikasi melalui pembentukan Unit Pengendali Gratifikasi (UPG) di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. 

"Sejauh ini, telah dibentuk sekitar 353 UPG di seluruh instansi dan daerah," kata Febri.

KPK pun mengimbau pada seluruh pegawai negeri atau penyelenggara negara agar semaksimal mungkin menolak gratifikasi yang jelas-jelas diberikan oleh pihak yang memiliki hubungan jabatan atau konflik kepentingan. 

"Jika terpaksa menerima, seperti diberikan secara tidak langsung atau ragu dengan kualifikasi gratifikasi agar segera melaporkannya pada KPK melalui mekanisme pelaporan gratifikasi," ujar dia.(MR/TAR)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...