19 August 2019

KPK Sita Dokumen Impor Bawang dari Rumah dan Kantor Asisten Dhamantra

KONFRONTASI-KPK melanjutkan penggeledahan di sejumlah tempat terkait kasus dugaan suap impor bawang putih yang menjerat anggota DPR I Nyoman Dhamantra. KPK menyita sejumlah dokumen terkait impor bawang putih tersebut.

"Kami menemukan cukup banyak dokumen-dokumen terkait dengan impor bawang putih tersebut, sehingga kami sita dokumen itu dan juga sejumlah barang bukti elektronik seperti data-data di laptop dan informasi lain yang terkait," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (13/8/2019).

Febri mengatakan hari ini KPK mengeledah tiga lokasi berbeda. Ketiga lokasi tersebut yakni rumah Mirawati Basri di Jagakarsa dan kantor Mirawai di Asia Tech Asia dan apartemen tersangka Zulfikar.

KPK sebelumnya telah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi sejak Jumat (9/8). Lokasi-lokasi itu yakni kantor money changer Indocev milik tersangka INY (I Nyoman Dhamantra), apartemen Aspen Residence milik Mirawati Basri.

Rumah tersangka Doddy Wahyudi dan dua kediaman Dhamantra yang ada di Apartemen Saphire dan Jalan Puri Mutiara Cilandak. Rumah kerja Dhamantra di gedung DPR, ruang Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag RI, dan ruang Dirjen Hortikultura Kementan.

Sejumlah dokumen terkait impor bawang putih disita dari lokasi-lokasi tersebut. KPK juga melakukan penyegelan pada ruangan di Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian

Dalam kasus ini, Dhamantra yang merupakan anggota Komisi VI DPR F PDIP diduga meminta fee Rp 3,6 miliar dan commitment fee Rp 1.700-1.800 per kg bawang yang diimpor kepada pengusaha bernama Chundry Suanda (Afung) dan Doddy. Duit itu diduga terkait proses perizinan kuota impor 20 ribu ton bawang putih.

KPK menduga duit yang telah diterima Dhamantra berjumlah Rp 2 miliar. Uang itu diduga ditransfer lewat rekening di money changer.

Total enam orang yang ditetapkan KPK sebagai tersangka, yaitu:

Tersangka pemberi:

1. CSU alias Afung (Chandry Suanda) swasta

2. DDW (Doddy Wahyudi) swasta

3. ZFK (Zulfikar) swasta

Tersangka penerima:

a. INY (I Nyoman Dhamantra) Anggota DPR 2014-2019

b. MBS (Mirawati Basri) orang kepercayaan INY

c. ELV (Elviyanto) swasta

(mr/dtk)

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...