19 August 2019

KPK Didesak Geledah UIN Ciputat

KONFRONTASI-Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) didesak untuk menggeledah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, di Jalan Raya Ciputat, Tangerang Selatan untuk mengecek dugaan korupsi jual beli jabatan Rektor Prof. Amani Lubis di Kementerian Agama RI setelah Ketua Umum PPP Romahurmuziy tertangkap tangan KPK.

“Keterangan atau informasi yang disampaikan Prof. Mahfud MD dalam acara di salah satu televisi nasional jelas ada dugaan jual beli Rektor UIN Syarif Hidayatullah oleh Kementerian Agama jadi KPK harus turun tangan menggali informasi tersebut, ” kata Adi Raharjo, Wakil Presiden Dewan Mahasiswa (Dema), UIN Syarif Hidayatullah saat menggelar demo di kampus tersebut, Rabu (20/3/2019).

Jajaran KPK harus datang dan mengecek ke Kampus UIN Syarif Hidayatullah ini untuk membuktikan apakah ada indikasi korupsi di Kemenag juga menyeret UIN sesuai yang disampaikan secara gamblang di siaran langsung televisi nasional tersebut terlebih salah satu kandidat rektor di UIN Makassar Prof Faisal Andi Bakti, yang terpilih menjadi rektor justru tak dilantik.

“Memang betul itu kebijakan Menteri Agama dalan pelantikan rektor tapi kami minta KPK datang dan menggeledah UIN Ciputat,” katanya.

“Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah siap mengelar aksi pencopotan Menteri Agama serta menuntut semua pejabat terlibat dalam jual beli jabatan, untuk seluruh jabatan dicopot. Kita engga suuzon, yang jelas ini perlu diproses,” tuturnya yang berharap rektor UIN Syarif Hidayatullah yang baru dilantik tanggal 7 Januari 2019 bersikap adil dan patuh terhadap aturan mengenai pemilihan umum Raya yang terjadi Selasa (19/3) kemarin.

“Kita ingin menuntut keadilan, pada proses pemilu raya karena menggunakan e voting. Itu terbukti mulai dari penjebolan, hack, dan sebagainya itu, menjadi tidak transparan,” imbuhnya yang mendorong diadakannya pemilu raya ulang, karena menganggap kemenangan hasil dari Pemilu raya tidak sah. [mr/poskt]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...