9 April 2020

KPAI Minta Masyarakat Jangan Mudah Percaya Hoax Penculikan Anak

Konfrontasi - Media sosial beberapa waktu ini dihebohkan dengan isu penculikan anak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta agar masyarakat tidak mudah percaya dengan berita hoax yang beredar.

"KPAI mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai postingan-postingan di media sosial maupun pemberitaan ketika sumber berita bukan berasal dari lembaga atau instansi yang berwenang. Itu mungkin cara kita memfilter percaya atau tidak terhadap suatu berita atau informasi di media sosial maupun di media massa," kata Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti di Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2018).

KPAI mengimbau orang tua mengedukasi bagaimana agar anak-anak tahu kepada siapa mereka meminta pertolongan pada situasi tertentu, misalnya kepada satpam, hansip, atau penjaga toko di pusat-pusat perbelanjaan yang biasanya berseragam. Selain itu, orang tua diminta menerapkan 'password' untuk anak agar mereka tidak mudah diajak pergi oleh orang yang tidak dikenal.

"Penting di mana orang tua, misalnya mamanya dengan anaknya mungkin berbicara atau janjian terhadap password. Jadi kalau ada orang asing yang menjemput, tanyakan passwordnya apa. Ketika password itu tidak disebut atau tidak bisa menyatakan password dengan benar maka anak itu harus tidak mau pergi. Dan tunggulah sampai orang yang dikenal atau mamanya menjemput," jelas Retno.

Senada dengan Retno, Komisioner KPAI Bidang Keluarga dan Pengasuhan Alternatif Rita Pranawati juga meminta orang tua menanamkan kepada anak agar tidak mau diajak pergi orang yang tidak dikenal, ditawari atau diiming-imingi benda apapun, dan tidak serta merta mau diajak oleh orang yang mengatasnamakan orang tuanya.

"Begitu juga ketika di jalan ada tindakan yang mencurigakan, maka anak dapat meminta pertolongan orang di sekitarnya termasuk berteriak ketika dalam keadaan darurat. Orang tua perlu juga mengenalkan rute aman sekolah, baik ketika berangkat maupun pulang, sehingga anak dapat tetap mandiri namun aman," ujar Rita. (mg/dtk)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...