24 May 2017

Konglomerat Tahir Diangkat Jadi Penasihat Panglima TNI, Tantowi Yahya: Bukan Hal Baru di Lingkungan Birokrasi

KONFRONTASI - Wakil Ketua Komisi I Tantowi Yahya menganggap wajar pengangkatan konglomerat dan bos Bank Mayapada Dato' Sri Prof. Dr. Tahir MBA sebagai penasihat Panglima TNI.

Upacara pengangkatan Tahir sebagai Penasihat Panglima TNI Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Prajurit itu dilakukan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (18/9/2014) pagi. Moeldoko dan para petinggi TNI menghadiri pengangkatan itu.

"Itu bukan hal yang baru di lingkungan birokrasi. Ketika Pak Luhut jadi Menteri Perindustrian, salah satu penasihat beliau Pak Peter Gonta, yang merupakan pengusaha. Jadi ini bukan hal yang baru," kata Tantowi Yahya, Kamis (18/9/2014).

"Dulu di Kemenhan juga ada beberapa penasihat dari pengusaha," imbuhnya.

Tantowi mengatakan mengangkat pengusaha jadi penasihat diperbolehkan. Asal, para pengusaha ini tak menjabat di struktur institusi negara dan tak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan.

"Keberadaannya hanya untuk memberikan pendapat terhadap suatu keputusan yang akan diambil," ujar pria asal Sumatera Selatan ini.

Meski belum tahu banyak soal latar belakang Tahir, Tantowi menganggap wajar Panglima TNI menggandeng pengusaha top itu. Apalagi kepentingannya adalah untuk membantu soal kesejahteraan anggota TNI.

"Karena kegiatan TNI itu banyak bersentuhan juga dengan urusan ekonomi. Soal pembelian alutsista, kemudian pilihan antara produk impor kredit ekspor, penggunaan produk-prduk produksi dan industri pertahanan dalam negeri. Pengusaha boleh jadi penasihat selama tidak membuat keputusan atau merecoki," katanya.[ian/dtk]

Category: 

loading...


News Feed

Loading...

Baja juga