11 December 2018

Konflik Internal PKS, Cawapres PKS DIkhawatirkan Tidak Laku Dijual Kemana-Mana

KONFRONTASI-  Para analis melihat, konflik internal di PKS terkait cawapres pilihan PKS sendiri bakal banyak mudharatnya, apalagi hampir pasti cawapres dari parpol itu mungkin tidak laku. Kenapa? Di kubu  Jokowi saja, semua parpol pendukungnya tanpa syarat  ajukan cawapres sehingga Jokowi bebas pilih cawapres. Lantas, kalau PKS menawarkan koalisi dengan syarat kadernya jadi cawapresnya, siapa yang mau? PKS partai tanggung, tidak akan laku cawaprtesnya. ''Kasihan PKS, hampir pasti cawapres PKS itu  sia-sia ditawarkan, tidak laku,'' kata Muhammad Muntasir Alwy, Deputi Direktur The New Indonesia Foundation dan alumnus Fisipol UGM.

Basis sosial-ekonomi PKS itu lemah cuma di kota-kota dan sebagian NTB, dan dari sisi modal, PKS juga lemah. '' Lihat tuh PDIP, GOlkar, Nasdem ajukan Jokowi tanpa syarat. Lalu kenapa PKS punya syarat? Mau dagang mahal? Tidak laku,'' katanya.

Terpisah, pengamat komunikasi politik Ari Junaedi tidak kaget mendengar rumor kudeta di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) atau yang santer disebut Osan vs Osin.

Ari menduga rumor diembuskan karena internal PKS terdiri dari banyak faksi yang saling berebut pengaruh menjelang Pilpres 2019.

Menurut pengajar di Universitas Indonesia (UI) itu, konflik muncul saat PKS mengumumkan sembilan nama calon presiden dari internal.

Konflik menguat saat sembilan nama dikerucutkan menjadi tiga.

Hal itu membuat beberapa pihak di internal PKS merasa tidak puas.

"Jadi, ketika PKS menominasikan sembilan nama yang layak menjadi capres dan cawapres, saat itulah saya kira friksi makin kuat di publik," ujar Ari kepada JPNN, Minggu (15/4).

Ari menambahkan, konflik internal sebenarnya bukan hal yang aneh di tubuh partai politik.

Hanya saja, setiap pergantian kepemimpinan di PKS selalu memunculkan kesan pemimpin terpilih menafikan yang lama.

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...