30 April 2017

Kilas Balik, Habib Rizieq: Jika Ahok Lolos dari Jerat Hukum, yang ada adalah Revolusi

KONFRONTASI- Ketua Umum FPI Habib Rizieq Shihab menegaskan tidak akan ada lagi Aksi Bela Islam 4 tapi yang ada adalah revolusi, bila tersangka penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dibebaskan.

Habib juga mengancam pemerintah bila meloloskan Ahok dari jeratan hukum. “Jadi jangan coba-coba. Maka saya teriak revolusi. Siap turun lagi. Jadi jangan turun lagi di Istana, Monas, HI, langsung kita sambangi ke Gedung DPR/MPR,” tegas Rizieq, di Jakarta, Senin (5/12/2016)

Habib Rizieq mengatakan, akan menduduki DPR bila Ahok lolos dari jerat hukum, karena menurutnya, DPR adalah rumah rakyat. “Kalau tidur di sana itu makar atau bukan. Kalau DPR rumah siapa? Boleh datang ke DPR, duduk boleh. Kalau ada yang menduduki DPR berarti makar, ini Polisi keder. Kan boleh rakyat datang, boleh rakyat duduk, boleh rakyat nginap,” sebut dia.

Aksi Bela Islam telah dilakukan hingga tiga kali. Terakhir, aksi digelar pada 2 Desember 2016. Ribuan massa turun ke jalan, menggelar doa bersama, dan berzikir. Massa meminta agar Ahok segera ditahan, tapi tuntutan massa belum terlaksana.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mewanti-wanti Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar tidak meremehkan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. Kepada Kapolri, Mantan Ketua Umum PP Muhamamadiyah itu menegaskan siap memimpin perlawanan jika Ahok lepas dari jeratan hukum.

"Pak Tito, kita bersahabat ya. Tapi kalau ini sampai lepas, saya akan memimpin perlawanan," kata Din saat memberi sambutan di acara pembukaan rapat kerja nasional MUI di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Rabu (23/11/2016) seperti dikutip Tempo.

Din yakin Ahok menistakan agama. Karena itu ia tersinggung jika tersangka penistaan agama itu dibela-bela, apalagi jika yang membelanya adalah aparat penegak hukum.

Habib Rizieq juga mengaku siap berdialog dengan Presiden Joko Widodo untuk membahas persoalan bangsa, termasuk perkara Ahok agar tidak ada lagi Aksi Bela Islam Jilid 4, 5, 6 dan seterusnya.

“Jika kami salah sangka maka kami akan minta maaf dan ikuti pemerintah. Tapi jika pemerintah melanggar, maka kami akan luruskan. Umat Islam tidak akan capek, berhentinya entar kalau sudah masuk surga,” tandasnya.

Menurutnya setelah aksi 212, pihaknya akan terus mengawal kasus Ahok dengan ketat dan tidak akan lalai. Pihaknya juga akan menelusuri track record Jaksa yang menangani kasus Ahok. “Kami pelajari, dan akan kami datang ke Jaksa Agung. Cari Jaksa yang senior, ghirah, mana penistaan dan bukan penistaan. Ini harus kita kawal,” ucapnya kepada pers.

Selain itu, mulai hari ini pihaknya juga akan mendatangi Jaksa Agung apakah sudah ditetapkan ke Pengadilan. Setiap agenda sidang pihaknya telah mewajibkan pengikutnya wajib datang. “Makanya jangan coba-coba, pengadilan membebaskan Ahok. Maka saya teriak revolusi. Siap turun lagi,” tandasnya. (apakabarcom/rep/KCM/RMOL/JPNN)

Category: 

loading...


News Feed

Berita Lainnya

loading...