28 May 2017

Ketum PBNU Kecam Konflik di Timur Tengah

KONFRONTASI - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj mengecam konflik yang terjadi di Timur Tengah dan beberapa negara Islam. Menurutnya, konflik di Timur Tengah merupakan wujud pecahnya persatuan ulama dalam menjaga bangsa.

Hal ini, disampaikan Said dalam pembukaan International Summit of the Moderate Islamic Leaders (ISOMIL) di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (9/5). Wakil Presiden Jusuf Kalla yang membuka agenda ini di hadapan ratusan ulama yang hadir.

“Wahai orang Arab, kenapa kalian berat sekali mengatakan Islam merupakan agama kemanusiaan? Karena di negeri kalian sendiri, masih terjadi perang saudara. Ulama tidak berdaya menghadapi ISIS,” kata Said.

Said menyatakan kesedihan mendalam betapa konflik agama dan politik yang terjadi di beberapa negara Timur Tengah, merusak citra agama Islam. Ia pun menyesalkan bahwa para ulama di Timur Tengah tidak berdaya menghadapi konflik-konflik internal agama, yang menghancurkan kehidupan warga.

Said menilai, konflik di Timur Tengah terus berulang, karena tidak ada rumusan titik temu antara agama dan negara. “Para ulama Timur Tengah tidak memiliki konsep titik temu antara agama dan negara,” ujarnya.

Said mengisahkan tentang prinsip kebangsaan yang dipraktikkan Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Pesan pendiri NU jelas tentang perjuangan menegakkan NKRI. Bahwa, mereka yang tidak berjuang untuk menjaga negara dan bangsa, maka tingkat imannya belum sempurna.

“Kiai Hasyim Asy’ari memiliki rumusan yang tepat, antara agama dan negara, antara prinsip Islam dan kebangsaan. Konsep hubbul wathan minal iman, kecintaan terhadap tanah air merupakan sebagian dari iman, berasal dari renungan Kiai Hasyim Asy’ari,” terangnya. (skln/ar)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



News Feed

loading...

Baca juga


Loading...