21 November 2018

Kemungkinan Duet Jokowi-Puan Maharani dan Prabowo-AHY Harus Dihormati dan Dihargai, kata Analis

KONFRONTASI- Sekiranya Capres Prabowo Subianto (Ketua Umum DPP Partai Gerindra) menerima Agus Harimuri Yudhoyono (AHY) sebagai Calon Wapresnya menuju 2019, maka hal  itu menunjukkan secara benderang ‘’kebesaran jiwa, kenegarawanan dan ketulusan  Prabowo serta penghormatannya’’ kepada Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjaga harkat martabat SBY/Demokrat dan Gerindra. Sejauh ini masih beredar nama kandidat Wapres lain di luar AHY dalam Koalisi Gerindra-Demokrat, PAN-PKS (Koalisi Kerakyatan) yakni  Dr Rizal Ramli (Mantan Menko Ekuin/Menko Kemaritiman) dan Dr Anis Baswedan (Gubernur DKI/Mantan Mendikbud)  yang dilontarkan oleh kader PAN dan PKS dimana situasi internal koalisi ini masih dinamis.

Demikian halnya sekiranya Capres Presiden Joko Widodo bersedia menerima Puan Maharani (Menko Sumberdaya Manusia) sebagai Cawapres Jokowi menuju 2019, maka hal itu menunjukkan ’kebesaran jiwa, kenegarawanan dan ketulusan Jokowi serta penghormatannya’’ kepada Ibu Megawati Soekarnoputri  (MantanPresiden RI) yang semestinya memperoleh apresiasi masyarakat luas dan koalisi Banteng sendiri. Sejauh ini dalam Koalisi PDIP masih beredar nama-nama Cawapres  yang lain yakni Moeldoko, Mahfud MD, Rizal Ramli, Tito Karnavian, Budi Gunawan,   Sri Mulyani dan Maruf Amin. Bagaimanapun, Ibu Megawati/PDIP sudah memberikan kesempatan sejarah kepada Jokowi tampil sebagai Presiden RI sehingga wajar, masuk akal dan sangat bermartabat kalau Puan Maharani diajukan sebagai cawapres Jokowi menuju 2019 sesuai harkat, dignity, hak konstitusional  dan kebebasan PDIP sendiri untuk menentukan siapa capres-cawapresnya. Itulah tanda-tanda kedewasaan dan kematangan para figur dalam berpolitik di era demokrasi liberal  dewasa ini.

Pandangan reflektif di atas disampaikan oleh tokoh Persatuan Alumni GMNI  Nehemia Lawalata dan  Herdi Sahrasad (akademisi/dosen Sekolah Pasca Sarjana Universitas Paramadina). Kedua analis itu menyampaikan pendapatnya secara terpisah, Kamis ini (26/7).

Hasil gambar untuk prabowo ahy sby

Hasil gambar untuk jokowi puan

Hasil gambar untuk jokowi puan

Nehem Lawalata dan Herdi tidak setuju dengan anggapan kalau Prabowo-AHY bakal kalah atau duet Jokowi-Puan bakal kalah sebab itu berarti mendahului takdir  Allah SWT. ‘’Ini kancah demokrasi dimana setiap pasangan capres-cawapres bisa menang atau kalah tergantung kepada siapa suara rakyat diberikan, dan yang penting, pemilu/pilpres itu jurdil dan bersih,’’ kata Herdi.  ‘’Dan jangan lupa, duyet Jokowi-Puan bisa menang atau kalah, demikian halnya duet Prabowo-AHY pun senada. Kalah menang itu lumrah dalam kompetisi Pilpres sepanjang jurdil, bersih dan bermartabat,’’ tegas Lawalata yang juga mantan Sekretaris Prof Sumitro Djojohadikusumo.  

Herdi Sahrasad dan Nehem Lawalata adalah sosok yang sangat  mengagumi, menghormati dan berutang budi pada Soekarno-Hatta dan  Founding Fathers (Para Pendiri Bangsa) lainnya beserta keluarg besar mereka, sebagai teladan dalam menapak kehidupan berbangsa-bernegara.

Hasil gambar untuk nehemia lawalata

Herdi Sahrasad dan Nehemia Lawalata

Herdi dan Lawalata menuturkan bahwa Pilpres 2019 merupakan kompetisi politik yang penuh tantangan dan ketegangan, oleh sebab itu harus jurdil dan bersih serta bermartabat agar demokrasi memberi makna dan menentramkan rakyat. ''Tentu saja demokrasi ini harus bermanfaat untuk mengangkat harkat martabat rakyat dan mampu membangun keadilan sosial dan keadaban serta memperkuat integrasi nasional, bukan malah sebaliknya,'' ujar Herdi maupun Lawalata.

Kedua analis politik-ekonomi itu mengaku, sejauh ini masih menunggu keputusan final  masing-masing Koalisi tsb  mengenai siapa cawapres Jokowi dan cawapres Prabowo nantinya. ‘’Namun apapun keputusan akhir mengenai capres-cawapres Kubu Gerindra dan Kubu PDIP sangat  kami  apresiasi, hargai dan hormati  sebab itulah keputusan politik yang harus diterima dengan legowo dan empati,’’ tutur Lawalata maupun Herdi (ff)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...