18 July 2019

Kemenangan Prabowo Sangat Nyata, Jokowi Pasti Kalah

KONFRONTASI- Prabowo terus dizalimi, namun  Kemenangan Prabowo-Sandi sudah sangat nyata dan Jokowi kalah telak, masyarakat diharap sabar, dan terus menjaga/mengawal/mengawasi C-1 dalam proses perhitungan oleh KPU/KPUD.  Masyarakat pro-Prabowo jangan terpancing dan jangan terprovokasi rusuh. Kalau pemilu pilpres jurdil, maka Prabowo pasti menang telak karena mayoritas rakyat telah memilih Prabowo, bukan joko widodo.

Demikian pendapat Bennie Akbar Fatah (aktivis senior Gerakan 1998 dan mantan pimpinan KPU era Habibie) dan akademisi Sekolah Pasca Sarjana Universitas Paramadina, Herdi Sahrasad

‘’ Dengan pemilu pilpres jurdil,  Prabowo pasti menang telak karena mayoritas rakyat memilih Prabowo, bukan joko widodo. Sudah pasti Prabowo menang,’’kata Bennie Akbar Fatah (aktivis senior Gerakan 1998 dan mantan pimpinan KPU era Habibie) dan dosen senior Sekolah Pasca Sarjana Universitas Paramadina, Herdi Sahrasad

Keduanya mencatat, Jokowi hanya dapat suara di  Jateng, Bali, NTT, Papua, Sulut Menado, sementara hampir seluruh Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku serta Jabar, Banten, DKI  dan Jatim sudah dimenangkan Prabowo, kecuali kemudian ada manipulasi dan kecurangan.

Analis Hersubeno Arif mencatat, hanya ada satu alasan mengapa mereka melakukan kecurangan? Jokowi kalah. Jadi agar bisa menang dengan perolehan suara 54 persen seperti dikatakan sejumlah lembaga survei,  agar bisa sesuai dengan Situng KPU, kecurangan-lah jawabannya.

Kedua, dari sisi teritorial banyak provinsi yang semula dikuasai Jokowi,  pada pilpres kali ini jatuh ke tangan Prabowo. Pada Pilpres 2014 Jokowi menang di 24 provinsi. Sementara pada Pilpres 2019 dia hanya berhasil menang maksimal di 13-14 provinsi.

Pada Pilpres 2014 Jokowi menang di 22 provinsi yakni antara lain di Sumut, Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jateng, Yogyakarta, Jatim, Bali, NTT, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Sulut, Sulteng, Sulsel,  Sultra, Sulbar, Maluku, Papua, Papua Barat plus Luar negeri.

Pada Pilpres 2019 Prabowo berhasil merebut Sumut, Jambi, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Riau, DKI Jakarta,  Kalbar, Sulsel, Sultra, dan Maluku.

Hersubeno mengingatkan, Jokowi bisa tetap menang dengan syarat memperoleh suara  di atas 70 persen untuk Jateng dan Jatim. Untuk Jateng itu mungkin bisa dilakukan dengan kecurangan. Mereka bisa kontrol sepenuhnya. Di Kabupaten Boyolali misalnya, saksi Paslon 02 diintimidasi. Prabowo tidak mendapat suara sama sekali di banyak TPS. ‘’Tapi untuk Jatim hal itu tidak mungkin dilakukan. Apalagi di Madura,’’ujarnya.

‘”Dan perolehan Jokowi pada Pilpres 2014 hanya 53.15 persen. Angka itu diperoleh saat Jokowi sangat populer dan banyak orang yang menggadang-gadangnya akan menjadi Ratu Adil,’’ ujarnya

Tapi sekarang suara untuk Jokowi pada 2019  ambruk, jatuh dan kusut secara tragis, Jokowi pasti kalah kalau pilpres juridl. (sumber/RMOL)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...