20 November 2018

Kaum Tani Diam-Diam Dukung Perjuangan RR Desak Presiden Hentikan Impor Pangan

KONFRONTASI- Kaum tani Bagelen, Banyumas dan Kulonprogo sangat mendukung suara nyaring tokoh nasional Rizal Ramli (RR) yang mendesak Presiden Jokowi agar tidak mengimpor beras dan garam demi hajat hidup kaum tani dan petambak/petani garam.

''Pak RR  atau Bang RR di mata kaum tani adalah penyuara kepentingan kaum tani yang lemah, dan sebagai mantan Menko Ekuin dan Kabulog, beliau sangat paham dampak buruk impor pangan bagi kaum tani sektor padi dan garam. Kami dan semua kaum tani yang umumnya miskin sangat mendukung gerakan Bang RR meski kami terkesan diam,'' kata Kang  M. Lukman, ketua kelompok tani Bagelen yang terkejut mendengar impor pangan meluap di era Mendag Enggar.

Impor pangan oleh Mendag Enggartiasto sudah sangat merugikan kaum tani dan membuat kepercayaan pada Presiden Jokowi sebagai pemimpin rakyat terus tergerus. ''Kami diam-diam mendukung perjuangan Pak RR,'' katanya.

Kaum tani  sebelumnya sudah menegaskan mereka kecewa dengan keputusan pemerintah mengimpor garam industri sebanyak 3,7 juta ton pada 2018. Kebijakan tersebut akan semakin menyengsarakan petani garam lantaran produksinya tidak terserap industri.

"Kayaknya garam industri yang dimodifikasi biar izinnya bisa industri. Kalau sudah industri, garam rakyat seakan-akan tidak bisa memenuhi spek untuk garam industri, jadi sah-sah saja kalau diimpor," kata Ketua APGRI, Jakfar Sodikin mewakili kaum petambak garam. Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (APGRI)  sudah menyamaikan protes dan keluhan soal impor garam tersebut.

Padahal, diungkapkan Jakfar, produksi garam rakyat selama ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan beberapa sektor industri, seperti industri aneka pangan, pengasinan ikan, penyamakkan kulit, pengeboran minyak, industri es, dan lainnya.

Jakfar menuturkan, berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), produksi garam rakyat pada 2015 sebanyak 2,9 juta ton. Selanjutnya pada 2016, panen garam hanya sekitar 144 ribu ton akibat gagal panen.  Sayang pemerintah membuka keran impor garam industri sebanyak 3,7 juta ton untuk industri-industri aneka pangan, pengasinan ikan, dan lainnya yang menghantam kaum petani garam. Sungguh tragis.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...