7 December 2019

Kasus Siswa "Siluman", Mendikbud: Salah Sendiri Tidak Mau Dipindahkan

Konfrontasi - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mudhadjir Effendi, mengaku belum menerima laporan terkait penyelesaian polemik penerimaan ratusan siswa secara ilegal di SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 13 Medan. Namun Muhadjir berharap, polemik itu bisa diselesaikan lewat kompromi dengan konsensus yang terbaik untuk semua pihak.

"Saya belum terima laporannya (penyelesaian). Tapi itu sepenuhnya kewenangan gubernur. Silakan berkompromi lah, cari konsensus terbaik," kata Muhadjir usai mendampingi Menteri Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) berdialog dengan ribuan guru Sumatera Utara, di Sekolah Cinta Budaya, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (26/1/2018).

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi telah mengambil keputusan atas polemik tersebut yakni pemindahan ratusan siswa "siluman" itu ke sekolah lain dengan bantuan berupa rekomendasi dari Dinas Pendidikan Sumatera Utara. Sejumlah sekolah di Medan dan Deliserdang pun sudah bersedia menampung para siswa "siluman" tersebut. Namun orang tua mereka menolak memindahkan anaknya.

Menanggapi hal itu, Menteri Muhadjir mengeluarkan respon yang keras. Ia meminta para orangtua siswa patuh atas rekomendasi yang menurutnya telah menjadi solusi yang baik itu.

"Ya harus dipindahkan. Saya rasa itu sudah benar. Kalau mereka bertahan, salah sendiri," tukasnya.

‎Kasus siswa siluman ini sendiri mencuat setelah Ombudsman Republik Indonesia menemukan adanya ratusan siswa yang mendapatkan perlakuan khusus di SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 13 Medan. Ratusan siswa itu masuk secara ilegal tanpa melewati sistem online yang diberlakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Atas temuan itu, Ombudsman kemudian mengeluaran rekomendasi kepada Gubenur Sumatera Utara untuk melakukan penyelidikan mendalam dalam kasus itu. Hasilnya, terbukti ada pelanggaran sehingga ratusan siswa yang masuk secara ilegal itu harus dikeluarkan atau dipindahkan ke sekolah swasta lain agar bisa mendapatkan nomor pokok pendidikan, dan sah berstatus sebagai pelajar.

Dalam kasus siswa siluman ini, para siswa tak sepenuhnya menjadi pihak yang dipersalahkan. Ada sejumlah oknum di SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 13 Medan yang diduga terlibat dan menerima suap hingga munculnya polemik siswa "siluman ini". Buntutnya, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 dicopot perihal kasus tersebut. Kasus dugaan suap itu pun kini sedang ditangani Polda Sumatera Utara. (oke/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...