17 July 2019

Kasus Meikarta: KPK akan Garap Boss Lippo James Riady Pekan Depan

KONFRONTASI- -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melayangkan surat panggilan pemeriksaan kepada CEO Lippo Group James Riady, dalam kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi. 

Rencananya, putra taipan Mochtar Riady itu bakal menjalani pemeriksaan pekan depan. 

"Setelah saya cek ke tim benar (surat panggilan) sudah dikirimkan untuk jadwal akhir Oktober 2018 ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat pesan singkat, Jumat (26/10). 

Febri mengatakan James bakal diperiksa sebagai saksi untuk sembilan tersangka kasus dugaan suap izin proyek Meikarta. Namun, Febri belum mau mengungkap apa yang bakal dikorek dari James dalam pemeriksaan perdananya ini. 

"Sebagai saksi untuk sebagai tersangka," ujarnya. 

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengaku pihaknya juga tengah mendalami keterlibatan Lippo Group sebagai korporasi dalam kasus dugaan suap pengurusan izin proyek Meikarta. 

"Terutama dilihat dari korporasinya. Kami ingin melihat sejauh mana korporasi berperan, apa itu kebijakan manajemen," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Kamis (25/10).

Kecurigaan KPK terhadap Lippo berangkat dari keterlibatan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Menurut Alex, kasus ini memperlihatkan perusahaan seolah tidak melakukan pengawasan terhadap arus pengeluaran mereka.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta, PT Mahkota Sentosa Utama merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk adalah anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk. 

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri. 

Dalam kasus dugaan suap izin proyek pembangunan Meikarta ini, sedikitnya KPK menetapkan sembilan tersangka, dua di antaranya Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro. 

Neneng Hasanah dan anak buahnya diduga menerima suap Rp7 miliar dari Billy Sindoro. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses perizinan Meikarta, proyek prestisius milik Lippo Group.(mr/cnn)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...