23 November 2017

KASAD Ditunjuk Jadi Panglima TNI untuk Imbangi Polri yang 'Mbalelo'

KONFRONTASI-Pihak Istana menyebut penunjukkan KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai calon Panglima TNI bertujuan untuk untuk penguatan TNI. Meski demikian, sejumlah pihak mengendus aroma politik yang cukup terasa di balik hal tersebut. Presiden Joko Widodo dinilai ‘berani’ melawan konsensus yang ada selama ini demi menyeimbangkan posisi Presiden atas Polri.

Penilaian tersebut disampaikan pengamat politik Universitas Indonesia, Arbi Sanit. Ia melihat, meski Presiden Joko Widodo adalah panglima tertinggi namun pada praktiknya jajaran Polri seperti Wakapolri Komjen Budi Gunawan dan Kabareskrim Komjen Budi Waseso enggan patuh pada perintah mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

“Dasar politiknya adalah keperluan pemerintah Jokowi untuk menyeimbangkan kekuatan polisi,” kata Arbi, Rabu (10/6/2015).

Ia menyatakan angkatan yang mampu seimbang dengan kekuatan Polri, hanyalah Angkatan Darat. Strukturnya pun mirip dengan Polri hingga ke tingkat desa, seperti keberadaan babinsa.

“Lihat saja BG dan Budi Waseso, melawan saja, tidak mematuhi pemerintah dan presiden. Padahal mereka dibawah presiden. Jadi itulah digunakan keseimbangan. Supaya polisi jangan semena-mena terus. Jadi Polri memang sengaja dihadapkan dengan TNI AD,” tegasnya.

Dengan demikian Jokowi memang mencari perlindungan TNI AD. Ini masih ditambah lagi dengan ditunjukkan Sutiyoso sebagai kepala BIN yang juga adalah purnawirawan TNI AD.

“KaBIN Sutiyoso kan angkatan darat lagi.Jadi memang kecenderungan Jokowi untuk mendapatkan perlindungan dari AD semakin menguat dengan Sutiyoso,” ujar Arbi lagi,

Sementara itu Ketua DPR, Setya Novanto menegaskan bahwa DPR sudah menerima usulan pemerintah kepada DPR yang menginginkan KSAD, Gatot Nurmantyo sebagai calon panglima TNI dan Sutiyoso sebagai kepala BIN.[mr/licom]

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...